Harga Beras Di Papua Tembus Rp2 Juta Per 10 Kg, Dinilai Wajar Karena Alasan Ini
Nasional

Harga beras di wilayah Papua ini sangat mengejutkan lantaran mencapai Rp2 juta per 10 kilogram. Meski demikian, angka tersebut dinilai wajar oleh DPRD karena alasan ini.

WowKeren - Harga sejumlah bahan pangan di daerah Papua ini sangat mengejutkan lantaran begitu mahal. Tingginya harga bahan pangan ini terjadi di lokasi tambang emas Korowai, Distrik Kawinggon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Salah satu harga bahan pangan yang paling membuat terkejut adalah beras. Bagaimana tidak, beras 10 kilogram di daerah tersebut dibanderol dengan harga Rp2 juta.


Meski demikian, harga tersebut rupanya dianggap sangat wajar oleh anggota DPRD Kabupaten Pegunungan Bintang, Piter Kalakmabin. Piter menilai mahalnya harga pangan dikarenakan akses ke lokasi tambang yang sulit dijangkau. Ia menjelaskan jika lokasi tambang cukup terisolir dan belum tersentuh pembangunan.

”Lokasi tambang ini berada di perbatasan kabupaten antara Boven Digoel, Pegunungan Bintang dan Yahukimo,” jelas Piter seperti dilansir dari Kumparan, Kamis (2/7). “Harusnya pemerintah daerah duduk bersama membicarakan wilayah perbatasan, agar bahan makanan di wilayah ini tak melambung tinggi.”

Piter membeberkan bagaimana akses ke wilayah tersebut harus ditempuh dengan melewati tiga kabupaten itu sehingga bahan pangan sulit disuplai ke area itu. Oleh sebab itu, kebanyakan pedagang bahan makanan pokok masuk dan keluar ke lokasi tambang melalui Kabupaten Boven Digoel melalui jalur sungai.

Tingginya harga pangan tersebut tentunya cukup mengancam kehidupan masyarakat sekitar. Namun, Piter menjelaskan jika selama ini banyak masyarakat setempat yang juga berbisnis makanan selain hanya menambang. Kondisi tersebut dinilai menjadi kunci bagaimana penduduk Korowai bisa bertahan hidup.

”Jadi ada dua kebutuhan di daerah itu. Menambang dan makan. Kalau tidak begitu, para penambang mau makan dari mana? Artinya ada simbiosis mutualisme, saling membutuhkan satu dengan lainnya,” ungkap Piter. “Ketika harga beras kemasan 10 kilogram dijual dengan harga Rp 2 jutaan, maka dinilai sangat wajar.”

Kondisi tersebut membuat Piter turut mendesak pimpinan daerah agar lebih memperhatikan infrastruktur perbatasan masing-masing. Hal ini dilakukan agar masyarakat yang membutuhkan bahan makanan tidak terbebani dengan harga yang begitu mahal.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts