Bantu Penanganan COVID-19 Di Jatim, Inggris Gelontorkan Dana Rp 987 Juta
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Dana bantuan ini akan dipergunakan untuk penguatan basis data penyebaran virus yang digarap oleh LaporCovid-19 dan Tim Gugus Tugas COVID-19 di Jawa Timur.

WowKeren - Pemerintah Inggris menyalurkan bantuan senilai 56.178 poundsterling atau sekitar Rp 987 juta. Dana donasi ini dimaksudkan untuk membantu percepatan penanganan pandemi COVID-19 di Jawa Timur.

Lebih spesifiknya, dana bantuan ini akan dipergunakan untuk penguatan basis data penyebaran virus yang digarap oleh LaporCovid-19 dan Tim Gugus Tugas COVID-19 setempat. Duta Besar Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins mengatakan jika donasi ini merupakan bentuk kerja sama nyata antara pemerintah Inggris dengan Indonesia.


"Kolaborasi ini merupakan salah satu contoh kerja sama konkret Pemerintah Inggris dan Pemerintah Indonesia," kata Owen saat jumpa pers virtual seperti dilansir Antara, Sabtu (4/7). "Khususnya di Jawa Timur, terkait bagaimana kita dapat membuat perubahan yang nyata di lapangan."

Adapun tujuan kerja sama ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pemerintah beserta kalangan masyarakat terkait situasi COVID-19. Ia berharap agar dengan adanya kerja sama ini penanganan COVID-19 bisa lebih ditingkatkan lagi. "Kami berharap kerja sama ini dapat membantu penanggulangan COVID-19 dengan lebih baik," ujar dia.

Dengan ini, Tim Gugus Tugas COVID-19 Jawa Timur bersama LaporCovid-19 akan bekerja sama memperluas basis data COVID-19 secara langsung. Data ini akan diperluas sampai ke tingkat kampung atau desa.

Dengan begitu, diharapkan masyarakat bisa mengambil tindakan secara mandiri untuk mencegah penyebaran COVID-19. Sementara itu, saat ini sudah ada LaporCovid-19 atau Koalisi Masyarakat untuk COVID-19 yang merupakan wadah berbagi data mengenai penyebaran COVID-19.

Wadah pengumpulan data ini dibuat secara swadaya oleh beberapa ahli bidang kesehatan, epidemiolog, pakar olah data, wartawan, sampai sosiolog. "Pengumpulan data penting dilakukan, karena itu akan menentukan kebijakan pemerintah," kata dia.

Lebih jauh, ia menyebut jika Jawa Timur menjadi provinsi pertama yang diajak bekerja sama. Alasannya, pemerintah provinsi ini telah menyatakan kesiapannya lebih dulu dibanding provinsi lain. Sementara itu, Jawa Timur menjadi provinsi dengan kasus positif COVID-19 tertinggi di Indonesia saat ini melampaui DKI Jakarta.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts