Gelombang I Tak Kunjung Reda, Pakar Epidemiologi Duga Wabah Corona di RI Tembus 3 Tahun
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Pada kesempatan yang sama, Pakar Epidemiologi UI Pandu Riono juga menduga bahwa seluruh wilayah Indonesia sejatinya sudah zona merah Corona tetapi 'sengaja' ditutupi.

WowKeren - Jangankan gelombang kedua, gelombang pertama wabah virus Corona pun belum berhasil dilalui oleh Indonesia. Hal itulah yang disampaikan oleh Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono, belum lama ini.

Tak hanya itu, Pandu bahkan menilai gelombang pertama saja bisa meneror Indonesia sampai setidaknya 2-3 tahun ke depan. Tampaknya kekhawatiran ini pun beralasan mengingat saat ini jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia justru sedang meningkat tajam, bahkan kembali memecahkan rekor hari ini.


"Jangan mimpi gelombang kedua. Gelombang pertama saja kita belum selesai apalagi gelombang kedua," ujar Pandu dalam webinar yang digelar Kamis (9/7). "Gelombang pertama saat ini saja kalau begini terus bisa jadi 2-3 tahun lagi baru selesai. Kecuali secara ajaib ada yang bisa menghentikan."

Pandu sendiri menyoroti pemerintah yang dianggapnya lalai dalam mengendalikan wabah sejak awal. Pasalnya kala itu pemerintah cenderung "santai" dengan tidak langsung memberlakukan pembatasan aktivitas warga. Bahkan pelarangan mudik yang diserukan Presiden Joko Widodo pun dianggapnya sangat terlambat.

Virus Corona, imbuh Pandu, mudah sekali menyebar di Indonesia karena tingginya jumlah penduduk serta mobilitas warga. Situasi ini pun menurut Pandu diperburuk dengan sikap pemerintah yang tak tegas menelurkan kebijakan, baik dari segi larangan hingga melakukan tes.

Pada kesempatan yang sama, Pandu juga menyoroti pemerintah yang masih bersikeras melakukan rapid test alih-alih memperbanyak tes PCR yang akurasinya lebih tinggi. Bahkan Pandu blak-blakan menyebut ada daerah yang sengaja melakukan tes dalam jumlah kecil supaya terkesan aman.

"Ada banyak daerah yang sengaja nggak melakukan testing supaya kelihatan kasusnya ini kecil. Padahal kalau dites, itu (zona) merah. Indonesia ini sudah merah semua," jelas Pandu, dilansir dari Media Indonesia.

"Saat ini baru 2 persen yang terinfeksi dari 270 juta penduduk. Sampai 5 persen saja belum dan itu potensi," sambung Pandu. "Kita ini semua berpotensi menyebarkan."

Oleh karenanya Pandu kembali menegaskan, pemerintah harus melakukan berbagai upaya untuk mencegah jangan sampai pandemi ini berlarut-larut. "Supaya (kurva penyebaran wabah) cepat landai apa? Kita harus lacak, tes, isolasi, dan tangani," pungkasnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts