Calon Penumpang Kereta Diminta Tes PCR Di Stasiun Oleh Perhimpunan Dokter, Ini Alasannya
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinis menyarankan agar seluruh calon penumpang kereta api melakukan TCM PCR virus corona di stasiun. Apa alasannya?

WowKeren - Calon penumpang kereta api diminta agar bisa melakukan tes cepat molekular (TCM) PCR untuk mendeteksi virus corona di stasiun. Hal itu merupakan saran dari Perhimpunan Dokter Spesialias Patologi Klinis (PDS Patklin) kepada Gugus Tugas COVID-19.

Menurut PDS Patklin, persyaratan penumpang transportasi yang wajib membawa hasil keterangan bebas virus corona dengan metode polymerase chain reaction (PCR) maupun rapid test tidak efektif. Pasalnya, kedua jenis pemeriksaan ini tidak bisa menjamin seseorang tidak terinfeksi virus corona meskipun hasilnya negatif.


”Pemeriksaan PCR memiliki sensitivitas 60-80 persen,” ujar Ketua Umum PDS Patklin, Aryati dalam keterangan tertulisnya seperti dilansir dari CNNIndonesia, Senin (13/7). “Sehingga masih dapat terjadi hasil negatif palsu.”

”Sementara rapid test dengan sensitivitas yang tidak tinggi,” sambungnya. “Sehingga hal tersebut memungkinkan masih terjadi hasil negatif atau positif palsu.”

Sebagai gantinya, Aryati menyarankan agar pemerintah mengandalkan TCM PCR atau pemeriksaan antigen virus corona dengan sampel swab di bandara atau stasiun. Hal ini dilakukan sesaat sebelum calon penumpang tersebut melakukan perjalanannya.

Saran kedua adalah setiap penumpang perlu melakukan pengukuran suhu tubuh dan saturasi oksigen sebelum berangkat. Cara ini menggunakan alat fingertip pulse oximeter atau alat pengukur detak jantung.

Saran lainnya adalah penumpang hanya perlu mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19 saja seperti memakai masker dan menjaga jarak. Selain itu, pihak transportasi juga harus menjaga saturasi udara selama perjalanan demi mencegah penyebaran virus corona.

“Menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menggunakan masker, face shield,” jelas Aryati. “Jaga jarak dan cuci tangan, menjaga sirkulasi udara yang bersih dalam kendaraan.”

Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas COVID-19 Doni Monardo mengatakan kebijakan tes PCR dan rapid test diterapkan setelah mendengarkan masukan para ahli. “Pengendalian perjalanan memang sudah banyak sekali masukan-masukan dari pakar, epidemiologis, tentang rapid test," ujar Doni.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts