Satgas COVID-19 Ungkap 3 Potensi Penyebab Kematian di Kasus Corona
Getty Images
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Adapun angka kematian akibat COVID-19 di Indonesia kini mencapai sebesar 4,68 persen. Angka tersebut masih berada di atas rata-rata global, yakni sebesar 3,79 persen.

WowKeren - Angka kematian akibat virus corona (COVID-19) di Indonesia hingga masih terus meningkat. Diketahui, angka kematian akibat COVID-19 di Indonesia kini mencapai sebesar 4,68 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata global yang sebesar 3,79 persen. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 lantas mengungkapkan ada tiga potensi penyebab kematian di kasus positif corona.

Menurut anggota Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19, Dewi Nur Aisyah, potensi pertama adalah penanganan yang terlambat karena pasien baru ke rumah sakit saat kondisi mereka memburuk. Dewi juga mengungkapkan bahwa kebanyakan rumah sakit kini dalam kondisi penuh sehingga kesulitan memprioritaskan pasien.

"Kebanyakan masyarakat Indonesia baru pergi berobat ketika kondisinya sudah buruk, ketika gejala ringan (dianggap) nanti sembuh sendiri atau minum obat warung. Baru ketika kondisinya memburuk pergi ke rumah sakit," terang Dewi di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Rabu (6/8). "Apalagi RS-nya penuh, ini agak sulit mana yang lebih dulu diprioritaskan."

Setelah itu, Dewi mengungkapkan potensi kedua berkaitan dengan kondisi epidemiologi Indonesia. Menurut Dewi, masyarakat Indonesia memiliki penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, hingga penyakit jantung.


Adapun kondisi tersebut dinilai membuat beban penanganan COVID-19 bertambah. Pasalnya, kondisi pasien COVID-19 yang disertai penyakit penyerta (komorbid) akan memburuk. "Ini yang membuat angka kematian tinggi, karena angka penyakit tidak menular kita juga tinggi," jelas Dewi.

Dewi lantas mengungkapkan bahwa 23 hingga 26 persen kematian COVID-19 di Indonesia disebabkan oleh penyakit komorbid hipertensi atau diabetes melitus. Menurut Dewi, jumlah penderita hipertensi di Indonesia berjumlah lebih dari 10 juta orang.

"Ini juga menjadi perhatian kita, bahwa kita punya beban di sana," kata Dewi. "Tapi kita juga fokus untuk menurunkan angka COVID."

Kemudian potensi penyebab kematian COVID-19 yang ketiga adalah kesediaan fasilitas kesehatan di rumah sakit. Dewi menjelaskan bahwa dibutuhkan fasilitas kesehatan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan seluruh penduduk Indonesia. "Jadi kita tetap punya PR, terkait jumlah penduudk yang banyak, ada faskes yang harus ditingkatkan jumlahnya," pungkas Dewi.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts