Bali Siap Terima Turis Asing September 2020, Pemerintah Pusat Malah Bersikap Begini
Nasional
Efek Corona untuk Pariwisata

'Banjir' wisatawan domestik di Bali sejak akhir Juli membuat provinsi itu yakin siap menerima turis asing mulai September 2020. Namun pemerintah pusat tampaknya memiliki pandangan berbeda.

WowKeren - Bali sudah kembali membuka pariwisatanya kendati pandemi COVID-19 belum benar-benar terkendali. Untuk wisatawan dalam negeri sudah mulai disambut pada 31 Juli 2020 kemarin, sedangkan turis asing baru diizinkan masuk pada September 2020.

Atau setidaknya seperti itu rencana awalnya karena Pemerintah Bali mengaku masih harus menyesuaikan dengan kebijakan pusat. "Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia masih belum mengizinkan wisatawan mancanegara masuk Indonesia," ujar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa, Rabu (12/8).

Putu sendiri merujuk pada Peraturan Menkumham Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk Wilayah Negara Republik Indonesia. "Sepanjang itu belum dicabut, tentu rencana pembukaan Bali tanggal 11 September 2020 belum bisa diwujudkan," terang Putu, dikutip dari Kompas, Jumat (14/8).

Hal ini sejalan dengan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya. Luhut menyebut saat ini Indonesia akan fokus terhadap geliat pariwisata dalam negeri terlebih dahulu sebelum menerima turis asing.


"Kami mau turis domestik itu 70 persen. Masalah turis asing, kami sampai akhir tahun belum akan terima," terang Luhut dalam webinar yang digelar APINDO, Kamis (13/8) kemarin. "Biar saja kami konsolidasi dulu."

Padahal, seperti ditegaskan Putu, saat ini Bali sudah sangat siap untuk menyambut datangnya lagi turis asing demi memulihkan ekonomi daerah yang hancur diterjang pandemi virus Corona. Hal ini selaras dengan semangat Gubernur Bali I Wayan Koster untuk membuka kembali Bali untuk turis asing mulai 11 September 2020.

"Terlebih lagi hotel-hotel di Nusa Dua dan Sanur," ujar Putu. "Tempatnya relatif aman dan nyaman. Kalau ingin liburan atau isolasi diri, itu sangat aman di sana. Lengkap, ideal untuk isolasi diri."

Luhut juga tak menutup mata atas potensi Bali dalam menyambut wisatawan asing ini. Namun ia menegaskan pemulihan sektor pariwisata harus dilakukan secara bertahap demi mencegah timbulnya klaster baru yang akan membuat kondisi semakin kolaps.

"Kami bersyukur ternyata setelah dua pekan angka COVID-19 di Bali menurun," tutur Luhut, seperti dilansir dari CNN Indonesia. "Gubernur mengatakan ada herbal daerah, meminum arak dari mereka. Entah benar entah tidak, yang penting kelihatan turun, saya dukung saja lah."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts