Ini Pengakuan Satgas Soal Kapan Puncak Corona Di Indonesia
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 kembali angkat berbicara mengenai kapan puncak pandemi virus corona terjadi di Indonesia, ungkap semua bergantung pada hal ini.

WowKeren - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 kembali berbicara mengenai puncak pandemi virus corona di Indonesia. Rupanya, Satgas masih belum bisa memprediksi dengan pasti kapan kasus COVID-19 akan mencapai angka tertingginya di Tanah Air.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito. Ia menegaskan jika kasus virus corona benar-benar akan turun jika masyarakat kompak dan disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus corona.

”Kalau ditanya kapan angkanya akan tertinggi dan turun, semua tergantung kita sendiri,” ujar Wiku Adisasmito dilansir dari Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (1/10). “Angka ini akan turun saat perilaku masyarakat kompak menjalankan protokol kesehatan.”

Wiku mengakui jika kasus virus corona masih berpotensi untuk naik atau stagnan jika tidak ada perubahan perilaku di masyarakat untuk patuh menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat. Ia lantas memberikan contoh perilaku masyarakat yang berpotensi meningkatkan kasus COVID-19.


Salah satunya adalah mengenai sejumlah masyarakat yang masih tidak percaya bisa tertular atau menganggap virus corona tidak berbahaya. Wiku lantas memberikan saran bagi masyarakat yang kerap menyepelekan COVID-19 untuk terus mengikuti perkembangan berita seputar pandemi di dunia melalui radio, internet, ataupun internet.

”Pandemi ini bukan hoaks, ini adalah kenyataan. Tidak ada orang yang kebal terhadap penyakit ini,” tegas Wiku. “Mohon memahami kondisinya, jalankan protokol kesehatan.”

Oleh sebab itu, Wiku kembali mengingatkan pentingnya masyarakat untuk menerapkan 3M dalam kehidupan sehari-hari mereka demi mencegah penularan virus corona. 3M adalah protokol kesehatan untuk memakai masker, menjaga jarak, dan rajin membersihkan tangan dengan air sabun maupun hand sanitizer.

Wiku memaparkan jika penularan virus corona dapat ditekan hingga 35 persen jika masyarakat mencuci tangan. Lalu 45 persen jika memakai masker kain, 70 persen jika memakai masker medis, dan 85 persen jika menjaga jarak minimal satu meter.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts