Ganjar Pranowo ‘Menang’ Survei Capres 2024, Tetap Dinilai Sulit Maju Karena Ini
Nasional

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mendapatkan suara terbanyak dalam survei Capres 2024. Meski demikian, ia tetap dinilai sulit maju dalam Pilpres karena masalah ini.

WowKeren - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dinilai menjadi kandidat terkuat dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Hal ini ditunjukkan dari hasil Lembaga Survei Indikator Politik.

Berdasarkan hasil survei, Ganjar sukses mendapatkan suara dukungan tertinggi sebagai Capres 2024. Bahkan, ia berhasil mengalahkan mantan capres 2019 yang sekarang menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto.

Pengamat politik Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes menilai tingginya elektabilitas Ganjar dipengaruhi oleh faktor suara pemilih Jokowi dan PDIP. Ganjar yang merupakan tokoh PDIP dinilai memiliki posisi yang lebih kuat saat ini dibandingkan dengan tokoh lainnya.

Arya mengatakan jika saat ini PDIP masih menjadi partai dengan jumlah pemilih terbanyak. Selain faktor partai, kinerja Ganjar dalam menangani pandemi virus corona belakangan terakhir juga terus mendapatkan apresiasi dari masyarakat.

”Ganjar tinggi karena pemilih suara Jokowi dan PDIP yang masih tinggi,” kata Arya seperti dilansir dari Detik, Sabtu (24/10). “Yang punya brand kuat di PDIP ya masih Ganjar, ada Risma, tapi kan nggak muncul, levelnya juga masuk wali kota. Selain itu, mungkin karena ada aspek penanganan COVID karena sempat beberapa kali diapresiasi.”


Sebagai informasi, Ganjar berada dalam posisi pertama dalam hasil survei Indikator Politik, dengan mendapatkan dukungan maju capres 2024 sebesar 18,7 persen. Sedangkan Prabowo menyusul di posisi kedua dengan jumlah 16,8 persen. Lalu diikuti oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan jumlah 14,4 persen.

Meskipun Ganjar mendapatkan suara tertinggi dalam survei, namun Arya menilai jika Ganjar tetap akan sulit maju dalam Pilpres 2024 mendatang. Alasannya, kultur di PDIP biasanya menetapkan capres berdasarkan surat ketua umum yang saat ini dijabat oleh Megawati Soekarnoputri. Oleh sebab itu, Ganjar dinilai harus bisa meyakinkan Ketua Umum PDIP jika ingin maju sebagai capres.

”Persoalannya Ganjar harus bisa meyakinkan PDIP untuk bisa memberikan tiket kepada Ganjar, karena kan di PDIP itu proses penetapan capres bukan kontestasi, tapi diputuskan oleh ketum,” jelas Arya. “Tentu melalui AD/ART atau aturan organisasi partai, jadi kesulitan Ganjar meyakinkan PDIP.”

Pendapat serupa juga diutarakan oleh pengamat politik Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin. Menurutnya, sosok Ganjar memang sering muncul dan menunjukkan kinerja yang baik. Namun, jalan Ganjar untuk maju Pilpres 2024 dinilai berat dan akan terganjal sejumlah persoalan.

”Ganjar walaupun sering muncul disurvei, tetap agak berat untuk melaju di Pilpres,” ungkap Ujang. “Karena ada persoalan dalam kasus e-KTP. Dalam kasus tersebut, Ganjar disebut-sebut oleh pihak lain terlibat. Itulah yang membuat langkah Ganjar sedikit berat.”

”Karena kasus tersebut akan menjadi belenggu dan akan jadi mainan lawan politiknya,” sambungnya. “Peluang ada. Tinggal bagaimana dia menaklukkan tantangan kasus tersebut agar tak ter-blow-up lagi.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts