Kepala KUA Tanah Abang Dicopot Pasca Nikahan Putri Habib Rizieq
Nasional

Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, menegaskan bahwa keputusan ini telah sejalan dengan komitmen Menag Fachrul Razi yang memprioritaskan penerapan protokol kesehatan.

WowKeren - Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Tanah Abang, Sukana, dicopot dari jabatannya pasca pernikahan putri Imam Besar FPI Habib Rizieq pada Sabtu (14/11). Sukana dianggap telah mengabaikan ketentuan protokol kesehatan kala menjalankan tugas pencatatan pernikahan putri Habib Rizieq.

"Sukana mulai hari ini tidak lagi mendapat mandat tugas tambahan sebagai Kepala KUA," tutur Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, dalam keterangan pada Senin (23/11). "Sukana dimutasi sebagai penghulu di Kemenag Jakarta Pusat."

Diketahui, pernikahan Habib Rizieq yang digelar bersama dengan peringatan Maulid Nabi itu menimbulkan kerumunan massa. Menurut Kamaruddin, Sukana dicopot dari jabatan Kepala KUA usai tim yang dibentuk Itjen Kemenag melakukan proses investigasi terkait insiden tersebut.

Kamaruddin pun menegaskan bahwa keputusan ini telah sejalan dengan komitmen Menteri Agama Fachrul Razi yang memprioritaskan penerapan protokol kesehatan jajaran Kemenag dalam bertugas. Hal tersebut dilakukan demi menghindari penularan COVID-19 dalam melakukan pelayanan.


"Kepala KUA Tanah Abang dinilai mengabaikan ketentuan terkait protokol kesehatan dalam tugasnya," terang Kamaruddin. "Padahal sudah diatur dalam Surat Edaran Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Nomor: P-006/DJ.III/Hk.00.7/06/2020 tanggal 10 Juni 2020 tentang Pelayanan Nikah menuju Masyarakat Produktif Aman COVID."

Ini bukan pertama kalinya seorang pejabat lingkungan Kemenag dicopot karena mengabaikan protokol kesehatan. Pada Oktober 2020 lalu, Kepala Kantor Kemenag Jombang dimutasi lantaran menggelar pesta pernikahan yang menyebabkan kerumunan.

Sementara itu, kerumunan massa yang timbul akibat hajatan Habib Rizieq ini juga membuat pihak kepolisian turun tangan. Sejumlah pihak mendapat undangan dari polisi untuk dimintai klarifikasi, termasuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat menjelaskan bahwa pemeriksaan Anies bertujuan menggali keterangan terkait kerumunan acara Habib Rizieq di tengah penerapan PSBB Transisi di Jakarta. "Kepada siapa klarifikasi itu dilakukan? Satu, kepada pemerintah daerah. Untuk apa menjawab pertanyaan yang tadi? Untuk bisa menjelaskan status DKI saat ini," ungkap Tubagus pada Selasa (17/11).

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts