Pangdam Jaya Dikritik Soal Perintah Turunkan Baliho Habib Rizieq, Jokowi Malah Beri Pujian
Nasional
Kepulangan Habib Rizieq

Presiden Joko Widodo mengapresiasi ketegasan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurrachman terhadap baliho Habib RIzieq, namun tetap memberi wejangan berikut ini.

WowKeren - Beberapa waktu lalu aksi Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdrrachman yang memerintahkan penurunan baliho Habib Rizieq Syihab menjadi sorotan nasional. Aksi ini jelas menuai kontroversi, dengan sebagian pihak menerima serta tidak sedikit yang menolak.

Namun tampaknya Presiden Joko Widodo masuk ke kelompok yang mendukung ketegasan sang Pangdam Jaya. Hal ini disampaikan ketika Jokowi menjalani wawancara khusus bersama Metro TV, Kamis (26/11).

Ia mengapresiasi ketegasan yang dimiliki sang jenderal TNI. Hanya saja Jokowi menekankan bahwa ketegasan itu harus tetap dalam aturan dan tak boleh melewati batas.

"Memang ketegasan seperti itu yang kita perlukan," kata Jokowi, seperti dilansir dari MedCom, Jumat (27/11). "Tetap dalam koridor aturan, dalam koridor undang-undang. Saya mengapresiasi ketegasan ketegasan seperti itu."

Sebelumnya Mayjen Dudung menegaskan bahwa penurunan baliho yang menyuarakan sambutan dan dukungan untuk Habib Rizieq dilakukan karena melanggar hukum yang berlaku. Menurut Dudung semestinya pemasangan baliho mengikuti peraturan yang berlaku.


Meski demikian, Dudung mengakui bahwa semestinya pencopotan itu dilakukan oleh Satpol PP yang berwenang di ranah tersebut. Hanya saja ia mendapati laporan bahwa upaya Satpol PP dihalangi massa sehingga Dudung memerintahkan anak buahnya untuk mencopot baliho-baliho ilegal tersebut.

Dia juga menyoroti isi baliho simpatisan Rizieq yang bernada provokatif. Kebanyakan baliho berisi 'Ayo revolusi akhlak di bawah komando Habib Rizieq Shihab' dan dapat mengganggu persatuan.

Dalam pernyataannya pada Senin (23/11) kemarin, Dudung bahkan menyebut sudah 900 spanduk dan baliho yang diturunkan. Penertiban ini umumnya dilakukan oleh aparat gabungan sejak akhir September 2020 lalu.

"Sampai saat ini hampir 900-an (spanduk dan baliho) di DKI (ditertibkan)," kata dia di Jakarta, seperti dilansir Antara. "Bahkan ada warga yang ikut turunkan."

Selain itu, Mayjen Dudung juga sempat mengungkap usul agar Front Pembela Islam (FPI) dibubarkan saja. Usulan yang langsung memicu kontroversi di berbagai lapisan masyarakat ini disampaikan lantaran Dudung menilai FPI terlalu banyak melanggar hukum Indonesia.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts