Mengejutkan! Indonesia Punya Harta Karun Sampai Rp19 Ribu Triliun, Ternyata Tersimpan di Sini
Unsplash/Denissa Devy
Nasional

Potensi ekonomi Indonesia masih sangat besar, bahkan mencapai Rp19 ribu triliun. Lantas di mana aset kekayaan sampai bernilai ribuan triliun rupiah ini tersimpan?

WowKeren - Pembahasan soal harta karun di Indonesia selama beberapa waktu belakangan banyak dibicarakan. Hal ini bermula dari Presiden Joko Widodo, melalui UU Cipta Kerja, ternyata mengizinkan investor asing untuk mengeruk harta karun di laut Indonesia.

Dan di tengah ramainya pembahasan tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga mengungkap sebuah fakta menarik. Bahwa ternyata ada "simpanan harta karun" sampai senilai USD1.338 miliar atau setara Rp19.133 triliun (dengan kurs Rp14.300 per USD1) di lautan Indonesia.

Tak main-main, kekayaan ini tercapai setiap tahunnya dan didapatkan dari perikanan tangkap, budidaya, hingga industri bioteknologi. Karena itulah Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) KKP, Sjarief Widjaja, potensi ini jelas harus sangat dimaksimalkan oleh pengusaha Tanah Air.

"Kira-kira kekayaan laut kita sekitar USD1.338 miliar per tahun, ini dari semua sisi dari perikanan tangkap, perikanan budidaya dan industri pengolahan dan seterusnya," ujar Sjarief dalam Rapat Kerja Nasional HIPMI 2021, Sabtu (6/3). "Ini peluang, kita baru sentuh perikanan tangkap saja, kita belum sentuh bioteknologi."

Sjarief pun mengungkap, potensi kekayaan laut Indonesia ini juga menjadi prioritas Jokowi. "Waktu pertama beliau deklarasikan terpilih menjadi presiden periode pertama beliau sampaikan kita sudah terlalu lama memunggungi laut, dan saatnya kita menoleh ke laut kita ini," tegasnya, dilansir dari Detik Finance.


Luas area laut Indonesia saat ini mencapai 8 juta KM persegi. Namun yang baru termanfaatkan hanya 2,1 juta KM di antaranya.

"Ini persoalan utama kita, padahal resource-nya luar biasa," jelasnya. "Ini yang kita buka ayo kita sekarang gerak bersama resources kelautan menunggu Anda semua."

Menurut Sjarief, saat ini Indonesia sudah menjadi salah satu pengekspor terbesar rumput laut. Namun ekspor berupa bahan mentah membuat nilai jualnya masih rendah.

Karena itulah, Sjarief mengajak para pengusaha nasional agar memanfaatkan peluang ini. "Kita eksportir terbesar tapi kita belum sentuh hilirisasi Ini peluang," pungkasnya.

Tercatat ada 11 potensi ekonomi sektor kelautan yang kumulatifnya sampai USD1.338 miliar ini. Yang terbesar di antaranya sektor energi dan sumber daya mineral teramsuk garam dan BMKT senilai USD210 miliar, perikanan budidaya senilai USD210 miliar, serta sumber daya non konvensional USD200 miliar.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts