Satgas Akui Proses Vaksinasi COVID-19 Untuk Lansia di Bali Berjalan Lambat, Kenapa?
Unsplash/Hakan Nural
Nasional
Vaksin COVID-19

Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Bali mengakui proses vaksinasi lansia di wilayahnya berjalan lambat. Simak penuturan lengkapnya dalam berita di bawah ini.

WowKeren - Vaksinasi Corona untuk kelompok lanjut usia (lansia) di Bali berjalan cukup lambat. Hal ini disampaikan oleh Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra.

"Tapi kami mengevaluasi progres vaksinasi lansia ini, progres-nya lambat. Sementara vaksin yang tersedia masih tersisa cukup banyak," kata Dewa seperti dilansir dari Detik, Minggu (7/3).

Menurut Dewa, lambatnya proses vaksinasi lansia di Bali disebabkan karena harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Selain itu, vaksinasi ini juga harus dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, baik di Puskesmas maupun Rumah Sakit (RS).

"Mengapa demikian? Karena lansia termasuk kelompok yang beresiko kalau vaksin. Kan setelah vaksinasi menunggu 30 menit. Kalau ada gejala sesuatu yang berisiko maka tempatnya sudah di Puskesmas, tempatnya di RS sehingga cepat ditangani," imbuhnya.


Untuk mempercepat proses vaksinasi secara keseluruhan, Satgas juga akan mendistribusikan vaksin ke sejumlah daerah. "Jadi untuk lansia (tetap) berjalan, kemudian kita kembangkan juga untuk kabupaten atau kota. Dari pada vaksinnya nganggur menunggu lansia, maka ini kita didistribusikan ke kabupaten atau kota. Dan kabupaten atau kota juga melaksanakan vaksinasi," terang Dewa.

Dengan begitu, kelompok masyarakat lain bisa mendapat suntikan vaksin lebih cepat dari perkiraan. "Tujuannya adalah untuk percepatan supaya lebih banyak lagi warga masyarakat kita yang bisa divaksin," pungkas mantan Kepala Pelaksana BPBD Bali tersebut.

Sementara itu, lambatnya vaksinasi COVID-19 Bali juga terjadi di Kota Denpasar. Untuk mengatasi masalah ini, Satgas setempat membuka beberapa pos vaksinasi yang tersebar di sejumlah area. Misalnya di Gedung Nari Graha, UPT Kesehatan Tradisional Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Universitas Udayana (Unud) serta Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa.

Di sisi lain, Indonesia saat ini tengah memasuki tahap kedua vaksinasi COVID-19. Target penerima dalam tahap ini adalah 38.513.446 jiwa yang terdiri dari 21 juta lebih lansia dan 17 juta pekerja pelayanan publik, yang diharapkan rampung pada bulan Mei mendatang.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts