Keanehan KLB Sumut Menurut Peserta: Tak Ada Registrasi Hingga Moeldoko Tiba-Tiba Diketok Jadi Ketum
Instagram/akudemokrat
Nasional
Isu Kudeta Partai Demokrat

Salah seorang kader Demokrat yang ikut menjadi peserta KLB, Gerald Piter, lantas mengungkapkan sejumlah kejanggalan dalam agenda yang digelar di Deli Serdang tersebut.

WowKeren - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko ditunjuk menjadi Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara, pekan lalu. Salah seorang kader Demokrat yang ikut menjadi peserta KLB, Gerald Piter, lantas mengungkapkan sejumlah kejanggalan dalam agenda yang digelar di sebuah hotel tersebut.

"Yang menjadi rancu dalam proses KLB ini yaitu pemilihan ketua umum," kata Gerald kepada awak media, Senin (8/3). Menurutnya, pemilihan Ketum di KLB ini dilakukan secara voting dengan Jhoni Allen sebagai pimpinan sidangnya.

"Pemilihan ketua umum dalam proses KLB ini secara voting. Ketika ditanya siapa yang akan dipercayakan untuk menjadi ketum, para peserta berteriak Pak Moeldoko," ungkap Gerald. "Ditanya lagi siapa lagi yang bisa menjadi calon ketua umum? Para peserta juga berteriak Marzuki Alie, dicatat oleh pimpinan sidang, dalam hal ini Pak Jhoni Allen."

Setelah itu, Jhoni Allen kembali bertanya ke peserta soal sosok yang layak dipilih sebagai Ketum, Moeldoko atau Marzuki Alie. Gerald mengaku bahwa Jhoni Allen saat itu langsung memutuskan Moeldoko sebagai Ketum Demokrat versi KLB.


"Setelah mendapatkan dua nama untuk menjadi calon ketua umum Pak Jhoni Allen langsung teriak ke peserta. Yang mendukung Moeldoko mana? Semua berdiri angkat tangan ke atas, ya kita pilih Pak Moeldoko. Siapa yang memilih Pak Marzuki Alie, berdiri lagi peserta, angkat tangan kita pilih Marzuki Alie," lanjutnya. "Tiba-tiba Pak Jhoni Allen langsung mengetuk palu bahwa yang terpilih Ketum dalam kongres luar biasa ini adalah Pak Moeldoko."

Selain soal pemilihan Ketum, Gerald juga mengungkapkan keganjalan soal proses registrasi peserta KLB. Menurutnya, tidak ada proses registrasi peserta dalam acara tersebut.

"Peserta ini yang hadir tidak ada registrasi sama sekali. Tidak ada sama sekali. Sedangkan kita mendapatkan kartu peserta yang ada barcode-nya," paparnya. "Kita ini cuma pakai kartu peserta, masuk dalam ruangan kongres. Sementara ruangan kongres besar. Orang yang ada di luar yang mau masuk ikut kongres ya silakan masuk karena tidak ada registrasi. Masuklah orang-orang, dikasih absen, oleh masing-masing koordinator di daerah."

Gerald sendiri mengaku hadir dalam KLB tersebut selaku Wakil Ketua DPC Demokrat Kotamobagu. Gerald mengaku bahwa dirinya tidak memiliki hak suara dalam KLB, namun namanya tetap dianggap sebagai pemilih hak suara.

"Saya hadir kongres tersebut kapasitas sebagai wakil ketua, tidak ada hak suara, tapi disahkan dimasukkan melengkapi administrasi sebagai punya hak suara," pungkasnya. "Jadi itu yang banyak sekali rancu."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts