Kini Diambilalih Negara, Moeldoko Ungkap TMII Ternyata Rugi Rp50 Miliar Per Tahun
Twitter/KSPgoid
Nasional
Negara Ambil Alih TMII

KSP Moeldoko mengungkap bahwa Yayasan Harapan Kita yang sebelumnya mengelola TMII selalu menerima subsidi negara sampai Rp40-50 miliar setiap tahunnya karena merugi.

WowKeren - Kementerian Sekretariat Negara mengambilalih pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang selama puluhan tahun sudah dikelola Yayasan Harapan Kita. Yayasan itu sendiri berkaitan dengan keluarga Presiden ke-2 RI Soeharto.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko pun ikut buka suara soal pengambilalihan TMII dari keluarga Cendana ini. Termasuk mengungkap fakta mengejutkan soal kondisi finansial TMII yang ternyata selama ini merugi dan menggantungkan diri pada suntikan subsidi senilai Rp40-50 miliar setiap tahunnya dari pemerintah.

"Perlu saya sampaikan sampai saat ini kondisi TMII dalam pengelolaannya itu mengalami kerugian dari waktu ke waktu. Saya dapat informasi bahwa setiap tahun, Yayasan Harapan Kita menyubsidi antara Rp40-50 miliar," ujar Moeldoko dalam konferensi persnya di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (9/4).

Tentu saja kondisi keuangan yang minus membuat TMII tidak berkontribusi apapun terhadap pemasukan negara. Malah subsidi yang harus diberikan pemerintah tentu menjadi beban tersendiri.


"Dan pastinya tidak beri kontribusi kepada negara," tegas mantan Panglima TNI itu. Karena itulah sudah selayaknya pemerintah kemudian mengambilalih pengelolaan dan pemanfaatan TMII.

Kendati demikian, purnawirawan TNI yang belakangan terseret dalam pusaran konflik internal Partai Demokrat itu tetap mengucapkan rasa terimakasih terhadap penggagas TMII yang tak lain adalah almarhumah mantan Ibu Negara Siti Hartinah alias Ibu Tien Soeharto. Rasa terimakasih juga disampaikan kepada almarhum Presiden Soeharto yang sudah mewujudkan rencana pembangunan TMII ini.

Apalagi juga keduanya sudah menjadi pelopor pengelolaan dan pemanfaatan aset negara seperti TMII di bawah Yayasan Harapan Kita. TMII sendiri pun hingga kini masih menjadi salah satu tujuan anak-anak Indonesia untuk mempelajari lebih jauh tentang kebudayaan Tanah Air misalnya.

"Untuk itu kita patut berterima kasih kepada Bapak Soeharto dan Ibu Tien yang punya ide yang begitu menjangkau masa depan. Tempat itu sampai saat ini bisa diminati anak-anak kita," terang Moeldoko.

Dan karena itu pula, pengambilalihan tanggung jawab pengelolaan TMII oleh pemerintah adalah wujud upaya perbaikan fasilitas tersebut. "Sekali lagi di dalam pengelolaannya perlu ada perbaikan. Di situ poinnya," pungkasnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts