1 Terduga Teroris Jaringan Pasutri Bomber Gereja Makassar Ditembak Mati Usai Serang Petugas
Twitter/geganasulsel1
Nasional
Ledakan Gereja Katedral Makassar

Terduga teroris tersebut ditembak mati di kawasan Kecamatan Biringkanaya, Makassar. Terduga teroris berinisial MT itu disebut tergabung dalam kelompok pengikut kajian di Villa Mutiara, Makassar.

WowKeren - Tim Densus 88 Antiteror Polri menembak mati satu orang terduga teroris di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Terduga teroris yang merupakan jaringan pasangan suami istri (pasutri) pelaku bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar tersebut ditembak mati karena menyerang petugas dengan parang kala akan ditangkap.

"Saat akan dijemput melakukan perlawanan dan menyerang petugas," terang Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan pada Kamis (15/4). "Hingga diambil tindakan tegas terukur."

Terduga teroris tersebut ditembak mati di kawasan Kecamatan Biringkanaya, Makassar. Terduga teroris berinisial MT itu disebut tergabung dalam kelompok pengikut kajian di Villa Mutiara, Makassar. "Inisial MT kelompok jaringan di Gereja Katedral dan Villa Mutiara," papar Zulpan.

Senjata tajam jenis parang yang digunakan pelaku untuk menyerang petugas lantas diamankan sebagai barang bukti. Tak hanya itu, petugas juga disebut menemukan sejumlah senjata tajam lainnya. "Pakai parang tajam diserang (polisi), banyak senjata tajamnya," jelas Zulpan.


Hingga Rabu (14/4), pihak kepolisian telah menangkap total 31 terduga teroris jaringan Villa Mutiara. Menurut Kabagpenum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan, kelompok Villa Mutiara ini merupakan jaringan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). "Teroris ini masih dalam kelompok Vila Mutiara, jaringan JAD," jelas Ahmad di Mabes Polri pada Rabu (14/4).

Sejumlah barang bukti berupa senapan turut diamankan dalam penangkapan para terduga teroris tersebut. Dalam penangkapan terbaru di Gowa dan Makassar, ada tujuh unit ponsel dan satu buah senapan angin yang disita aparat.

Ponsel-ponsel yang disita aparat itu disebut memiliki grup WhatsApp para terduga teroris di dalamnya. Grup WA itu disebut menyimpan riwayat percakapan mengenai jaringan para pelaku.

"Dan juga dari handphone tersebut ditemukan ada grup (WhatsApp) dari kelompok mereka. Di situ bisa terlihat persepakatan dan komunitas yang mereka bangun selama ini," ungkap Zulpan. "Yang jelas, ada grup WhatsApp, apa pembicaraannya apa, ini lagi diperiksa Tim Densus."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts