Ketua Satgas COVID-19 IDI Pro Vaksin Nusantara Asal Penuhi Syarat Ini
Unsplash/Mufid Majnun
Nasional
Kontroversi Vaksin Nusantara

Ketua Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof Zubairi Djoerban, lantas menyatakan dukungannya untuk pembuatan vaksin dalam negeri, termasuk Vaksin Nusantara.

WowKeren - Vaksin virus corona (COVID-19) gagasan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, yakni Vaksin Nusantara, kini tengah ramai diperbincangkan. Pasalnya, puluhan anggota DPR RI menjadi relawan uji klinis Vaksin Nusantara meski Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) masih belum memberikan izinnya.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof Zubairi Djoerban, lantas menyatakan dukungannya untuk pembuatan vaksin dalam negeri, termasuk Vaksin Nusantara. Hanya saja, Zubairi meminta agar pembuatan vaksin dilakukan dengan mengikuti kaidah keilmuan yang baik dan benar.

"Saya pro banget mau Vaksin Merah Putih, Vaksin Nusantara atau lainnya," ungkap Zubairi kepada media detikcom, Kamis (15/4). "Saya tidak punya keberatan, tinggal buktikan saja bahwa vaksin tersebut aman dan efektif sesuai kaidah ilmiah dan standar penelitian."

Menurut Zubairi, BPOM sendiri sebenarnya juga memiliki sikap dasar yang serupa. BPOM mengungkapkan sejumlah catatan mengapa Vaksin Nusantara masih belum diizinkan lanjut ke fase penelitian berikutnya karena ada sejumlah hal yang perlu diperbaiki. Sikap BPOM itu disebutnya telah sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo bahwa pengembangan vaksin harus memenuhi kaidah ilmiah.


Sementara itu, Zubairi menilai penelitian uji klinis fase II Vaksin Nusantara yang melibatkan sejumlah anggota DPR RI sebagai relawan akan menjadi persoalan. Terlebih jika para relawan tersebut telah memiliki antibodi terhadap virus corona pasca vaksinasi. "Di Amerika Serikat (AS), terhadap mereka yang sudah memiliki antibodi pengujian sel dendritik tidak dilanjutkan," paparnya.

Zubairi menyebutkan bahwa penelitian untuk membuat vaksin dengan sel dendritik baru akan dilakukan di AS Juni 2021 mendatang. Oleh sebab itu, tim peneliti Vaksin Nusantara dinilainya tak perlu terburu-buru.

"Perlu sabar sedikit, jangan terlalu ngegaslah," jelas Zubairi. "Sekarang fasenya cooling down. Santai saja dulu semuanya, jangan dipolitisasi.

Sebelumnya, Juru Bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito telah menyebutkan bahwa pemerintah pasti akan memberikan dukungan kepada Vaksin Nusantara asalkan memenuhi aspek yang dipersyaratkan. "Terutama dalam aspek keamanan, efikasi, dan kelayakan. Selama memenuhi kriteria, pemerintah akan memberikan dukungan," jelas Wiku dalam konferensi pers pada Kamis.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts