Ayah Tersangka Sate Sianida Kaget Soal Kasus Putrinya, Bongkar Fakta Belum Menikah Siri?
Unsplash/Akharis Ahmad
Nasional

M (45), warga Majalengka Jabar yang merupakan ayah dari NA (25) tak menyangka putrinya bisa nekat membubuhkan racun yang kini menewaskan seorang bocah. Begini penuturan sang ayah.

WowKeren - Tak ada yang mengira NA (25) nekat membubuhkan racun jenis kalium sianida (KCN) ke bumbu sate yang dikirimkannya lantaran merasa sakit hati terhadap sang target. Apalagi karena kemudian niatnya ini malah berbuntut petaka karena salah sasaran dan menyebabkan seorang bocah meninggal dunia.

Termasuk yang tak menyangka adalah ayah dari NA sendiri, M (45). Sebab menurut M, anaknya itu merupakan seseorang yang baik hati meski cenderung pendiam. Sifat ini, tutur M, memang selalu ditunjukkan NA bahkan ketika di rumah sekalipun.

"Orangnya mah baik tapi memang pendiam. Di rumah saja kemarin diam saja, tidak cerita-cerita," kata M ketika dijumpai di rumahnya di Majalengka, Jawa Barat, dikutip dari Tribun Jabar, Selasa (4/5).

Menurut M, putrinya itu sudah berpamitan untuk merantau di Bantul, DI Yogyakarta, karena diajak bekerja sebagai pedagang oleh temannya. M pun mengaku tidak pernah mendengar cerita soal Aiptu Tomy, penyidik kepolisian yang menjadi sasaran takjil sate beracun tersebut.

Bahkan secara tersirat, M juga menampik pernyataan Ketua RT tempat NA tinggal, yang menyatakan bahwa sang tersangka sate sianida dan targetnya Aiptu Tomy adalah sepasang suami istri siri. "Belum berkeluarga, masih sendiri. Masih gadis keneh," ujar M.


Berita tertangkapnya NA karena terbukti memberi racun sianida di takjil sate itu juga membuat para tetangga heran. Tetangga NA di Majalengka menyebut sang karyawati salon merupakan sosok yang begitu baik hati, bahkan cenderung sayang anak.

"Sehari-hari baik, suka ngasih uang ke anak-anak kampung. Enggak sombong, baik," kata Opan Supandi (43), seorang tetangga NA, dilansir dari Kompas.

"Kami kaget saja mendengarnya. Sangat berbeda sekali dengan sifatnya di sini," imbuh Opan.

Hal senada juga disampaikan Ketua RT 03 Desa Buniwangi, Majalengka, Johari (60). Menurutnya, NA memang sudah merantau ke Yogyakarta sejak 2014, kala itu yang bersangkutan baru lulus SMP.

Kasus yang menggemparkan publik ini pun masih bergulir di ranah hukum. Pasalnya polisi menduga ada peran pelaku lain, yakni seorang pria berinisial R.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts