Komisi Ketatanegaraan MPR Minta TWK Hilangkan Pertanyaan 'Nyeleneh'
Unsplash/Dino Januarsa
Nasional
Polemik Tes ASN Pegawai KPK

Polemik terkait dengan TWK masih menjadi sorotan publik, khususnya pertanyaan pilihan antara Pancasila dan agama. Maka dari itu, Komisi Ketatanegaraan MPR minta pertanyaan 'nyeleneh' dihilangkan dari TWK.

WowKeren - Pertanyaan "nyeleneh" dalam tes wawasan kebangsaan (TWK) seperti pilihan antara Pancasila atau Alquran hingga saat ini masih menjadi sorotan publik. Baru-baru ini, Ketua Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR Martin Hutabarat Manggala turut menyoroti pertanyaan TWK dalam rangka alih status pegawai menjadi aparatur sipil negara (ASN) tersebut.

Martin mengatakan bahwa keduanya bukanlah hal yang bertentangan dan bisa dipilih. Adapun pertanyaan TWK tersebut ditujukan bagi pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Pancasila dan agama itu tidak bertentangan, tapi seiring dan saling mengisi," tutur Martin kepada wartawan, Rabu (9/6). "Orang yang seagama di Rusia, Tiongkok, Saudi Arabia, Amerika, dan Indonesia, caranya menyembah Tuhan sama atau tidak banyak berbeda di negara masing-masing."

Martin mengatakan bahwa setiap orang memiliki pandangan berbeda terkait suatu kebijkan di masing-masing negara. Dia berharap Indonesia juga bisa memahami hal itu.


"Tapi dalam mengekspresikan hidup bermasyarakat pasti berbeda satu dengan yang lain," terangnya. "Misalnya soal hukum, ada negara yang mengakui hukuman mati, tapi ada yang menolak hukuman mati meskipun agama di negara tersebut sama."

"Ada negara yang melaksanakan hukuman mati dengan cara digantung, ada dengan cara ditembak, disuntik, atau dengan menggunakan kursi listrik," lanjutnya. "Karena itu, sejak awal, semua negara di dunia sudah memahami perbedaan-perbedaan itu."

Sama halnya dengan di Indonesia, Martin menilai Pancasila dan agama sudah menjadi hal terpenting bagi WNI. Agama merupakan penuntun setiap umat beragama, sedangkan Pancasila merupakan pedoman bagi warga negara.

Martin menjelaskan bahwa sejak merdeka, Indonesia telah meletakkan posisi Pancasila dan agama secara pas dan tepat. Oleh sebab itu, hingga saat ini masyarakat Indonesia bisa menjaga keutuhan NKRI.

Maka dari itu, Martin meminta pertanyaan Pancasila atau Alquran dihilangkan dari TWK agar tidak menimbulkan pro kontra di masyarakat yang berkepanjangan. Karena pertanyaan tersebut seolah-olah membandingkan antara agama, Alquran, atau Alkitab dengan Pancasila.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts