Rencana PPN Sembako Dikritik Politisi Hingga Anggota DPR, Sri Mulyani Angkat Bicara
Instagram/smindrawati
Nasional
Pro Kontra RUU PPN Sembako

PPN bahan pokok alias sembako itu tercantum dalam draft RUU Perubahan Kelima Atas Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

WowKeren - Pemerintah berencana menerapkan pajak pertambahan nilai (PPN) terhadap bahan pokok alias sembako. Hal ini tercantum dalam draft RUU Perubahan Kelima Atas Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

Tak ayal, rencana tersebut mendapat sejumlah kritik. Salah satunya dari politisi Partai Demokrat, Andi Arief.

Melalui cuitan di akun Twitter pribadinya, Andi Arief menyinggung Menteri Keuangan Sri Mulyani yang disebutnya "pernah miskin". Andi Arief meminta agar sang Menkeu tidak "menyengsarakan rakyat".

"PPN sembako diberlakukan, mohon Ibu SMI ingat waktu miskin. Dulu kan pernah miskin. Jangan mentang-mentang sekarang sudah naik kelas jadi orang punya," cuit Andi Arief, Kamis (10/6) malam. "Sekolah tinggi-tinggi bukan untuk menyengsarakan rakyat."


Andi Arief Komentari PPN Sembako

Twitter/@Andiarief__

Tak hanya disinggung Andi Arief, Sri Mulyani juga sempat dicecar oleh anggota Komisi XI DPR RI soal rencana PPN sembako tersebut. Anggota Dewan menilai pemerintah seharusnya tidak mengeluarkan sembako dan jasa pendidikan dari kategori barang tidak kena pajak.

Terkait banyaknya penolakan ini, Sri Mulyani mengaku bahwa pihaknya masih belum bisa memberikan penjelasan secara detail. Pasalnya, RUU KUP yang sudah diserahkan ke DPR belum dibacakan dalam rapat paripurna. Sri Mulyani juga menyayangkan bocornya dokumen yang belum dibahas di DPR tersebut.

"Itu adalah dokumen publik yang kami sampaikan ke DPR melalui surat presiden, dan situasinya jadi agak kikuk, karena dokumennya keluar tapi belum dibacakan di Paripurna," jelas Sri Mulyani di ruang rapat Komisi XI. "Sehingga kami dalam posisi tidak bisa menjelaskan keseluruhan arsitektur dari perpajakan kita, yang keluar sepotong-sepotong yang kemudian di blowup seolah-olah tidak mempertimbangkan situasi hari ini. Padahal hari ini fokus kita adalah pemulihan ekonomi."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts