Kasus COVID-19 Terus Melonjak, Pemerintah Percepat Whole Genome Sequencing
pixabay.com/ilustrasi
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Pemerintah Indonesia hingga saat ini masih terus berusaha menangani dan mengendalikan lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi belakangan ini. Adapun cara yang saat ini tengah dilakukan adalah whole genome sequencing (WGS).

WowKeren - Indonesia belakangan ini mengalami lonjakan kasus COVID-19 yang signifikan. Lonjakan ini terjadi di sejumlah daerah yang disebabkan oleh libur lebaran 2021.

Saat ini pemerintah tengah mengupayakan untuk bisa menurunkan dan mengendalikan penyebaran COVID-19. Salah satu cara yang dilakukan adalah whole genome sequencing (WGS).

WGS dilakukan untuk melacak keberadaan virus Corona (COVID-19) varian baru yang lebih mematikan dan mudah menyebar seperti varian delta asal India. Dengan begini, bisa membantu pemerintah dalam menangani penyebaran COVID-19 dengan langkah yang tepat.

Pada awalnya, pemerintah merencanakan melakukan WGS selama dua pekan, namun agar bisa segera mendapatkan cetak biru genetik dari virus COVID-19, maka dipercepat menjadi satu pekan. Selain itu, WGS dilakukan juga untuk mendapatkan informasi dan identifikasi mutasi baru serta asal muasal virus.


Terkait dengan percepatan pelaksanaan WGS itu disampaikan oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Percepatan itu diharapkan bisa membantu pemerintah dalam pengendalian COVID-19 yang lebih efektif.

"Pemerintah mendorong percepatan pelaksanaan pengecekan genome sequencing, yang selama ini dua minggu akan ditekan menjadi satu minggu," tutur Airlangga dalam keterangan pers, Senin (14/6).

Selain itu, sebagai upaya tindak lanjut atas terjadinya lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia, pemerintah kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro dari 15 hingga 28 Juni 2021. PPKM periode tersebut merupakan yang kesepuluh dilakukan pemerintah.

Sementara itu, terkait dengan penyebaran mutasi COVID-19 terbaru, pemerintah belum terbuka kepada publik. Di sisi lain, pakar epidemiologi menduga terjadinya ledakan kasus di sejumlah daerah seperti Kudus, Bangkalan, dan DKI Jakarta itu disebabkan oleh mutasi COVID-19 yang telah menular.

Sebelumnya, Dewan Pakar Satgas Penanganan COVID-19 Jatim Agung Dwi Wahyu memperkirakan adanya mutasi asal Inggris yang telah masuk ke Bangkalan. Kemungkinan itu bisa saja terjadi mengingat lonjakan kasus di Bangkalan yang terjadi begitu cepat. Sementara sifat dari virusnya itu sendiri mudah menyebar.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts