Varian COVID-19 Asal India Semakin Merebak Di Indonesia, Satgas Tegaskan Disiplin Prokes
Unsplash/Quinten Braem
Nasional
Mutasi Corona Masuk Indonesia

Salah satu penyebab terjadinya lonjakan kasus COVID-19 yakni merebaknya varian India di Indonesia. Maka dari itu, Satgas COVID-19 kembali menegaskan untuk disiplin menerapkan prokes.

WowKeren - Kasus COVID-19 di sejumlah daerah Indonesia belakangan ini mengalami kenaikan yang signifikan. Kenaikan tersebut diduga dikarenakan akibat dari libur lebaran 2021.

Selain itu, lonjakan yang terjadi juga dikarenakan adanya varian virus Corona (COVID-19) asal India yang mulai merebak di wilayah Indonesia. Seperti yang diketahui, varian COVID-19 asal India ini dinilai lebih agresif dalam menularkan virusnya dari satu orang ke orang lain.

Kendati demikian, Wiku Adisasmito selaku Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 meminta dan mengajak masyarakat Indonesia untuk selalu dan disiplin menerapkan protokol kesehatan secara ketat. "Fokus pengendalian COVID-19 adalah dengan protokol kesehatan secara disiplin dan konsisten," tutur Wiku saat dihubungi detik.com, Selasa (15/6).

Menurut Wiku, apapun varian dari COVID-19, jika masyarakat bisa menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin dan konsisten, maka penularan dan penyebarannya bisa dicegah. "Mari kita fokus pada prokes," imbuhnya.


Meski demikian, Wiku enggan untuk membeberkan kronologi penyebaran varian virus COVID-19 asal India itu. Ia hanya menyampaikan bahwa varian tersebut dibawa oleh pelaku perjalanan.

"Varian yang ada di suatu negara yang tidak pernah ada atau tidak berasal dari negara tersebut, pasti berasal dari pelaku perjalanan dari negara lain," terang Wiku. "Pelaku perjalanan dari suatu negara bisa merupakan warga negara asing yang sedang melakukan perjalanan ke negara tersebut."

Wiku menyampaikan untuk saat ini belum ada kebijakan baru mengenai penekanan angka penyebaran virus COVID-19 asal India tersebut. Jika nantinya ada kebijakan baru, pihaknya pasti akan mengumumkannya kepada publik. "Jika ada kebijakan baru, pemerintah akan terus memberikan update kepada masyarakat," lanjut Wiku.

Seperti yang diketahui, varian delta B.1617.2 asal India ini telah memasuki dan mulai menyebar di sejumlah wilayah Indonesia. Adapun penyebarannya yakni mulai DKI Jakarta, Kudus, hingga Bangkalan. Hal ini lah yang menjadi salah satu pemicu terjadinya lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia belakangan ini.

Sementara itu, untuk menindaklanjuti pencegahan penyebaran COVID-19 terus-menerus, pemerintah telah menetapkan kebijakan perpanjangan PPKM mikro hingga 28 Juni 2021. Adapun kebijakan tersebut dimuat dalam Instruksi Mendagri Nomor 13 Tahun 2021.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts