Geger Fortnite Diduga Minta Pemain Hancurkan Ka'bah, Sandiaga Uno Beri Larangan Keras
Instagram/sandiuno
Nasional

Menparekraf Sandiaga Uno hingga Menkominfo Johnny G Plate turut menanggapi geger permainan Fortnite yang diduga mewajibkan pemain menghancurkan Ka'bah demi naik level.

WowKeren - Belakangan permainan Fortnite tengah menjadi sorotan akibat seruan dari Universitas Al-Azhar, Mesir. Pasalnya fatwa yang diterbitkan Pusat Fatwa Elektronik universitas tersebut mengklaim permainan Fortnite menghina Islam karena ada adegan pemain yang harus menghancurkan bangunan menyerupai Ka'bah demi bisa naik ke tingkat selanjutnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno pun turut menyoroti hal ini. Ia lantas juga menginstruksikan jajarannya supaya permainan tersebut dikaji lebih jauh dan kalau perlu diblokir agar tidak mencemari nilai keagamaan.

"Di game ini saya diberitahu bahwa ada Ikon yang dinilai mirip Ka'bah yang harus dihancurkan untuk mendapatkan senjata baru dan naik ke level berikutnya," tutur Sandiaga, dikutip pada Senin (5/7). "Ini yang menurut saya sangat bertentangan dengan nilai-nilai luhur, terutama dari segi keagamaan, termasuk kerukunan beragama. Ini suatu hal yang sangat sensitif."

Padahal, menurut Sandiaga, sehari-hari umat Muslim harus lima kali menghadap Ka'bah ketika beribadah. Karena itulah, secara pribadi, Sandiaga sepakat dengan fatwa yang dikeluarkan Universitas Al-Azhar karena berpotensi memengaruhi kepercayaan dan mental kalangan muda pemain Fortnite.

"Oleh karena itu kami akan menginstruksikan kepada tim untuk mengkaji dan segera mengeluarkan larangan. Kami juga ingin memberikan peringatan kepada beberapa pengembang permainan untuk berhati-hati," tegasnya.


Sikap serupa juga disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate. Johnny menyebut pihaknya kini tengah menggaet pihak kepolisian untuk turut menyelidiki permainan Fortnite yang diduga mencederai agama Islam.

"Sebagai tindak lanjut beredarnya konten tersebut, Kementerian Kominfo sedang berkoordinasi kepada Kepolisian Republik Indonesia," terang Johnny kepada CNN Indonesia. "Untuk menelusuri dan menindak pelaku yang mengkreasi konten tersebut."

Sementara itu, semenjak fatwa ini dikeluarkan, tim pengembang permainan Fortnite sudah menyampaikan klarifikasinya. Lewat unggahan di Facebook yang memakai bahasa Arab, menyesuaikan dengan asal-muasal fatwa ini dikeluarkan, tim pengembang Fortnite menjelaskan bahwa ikon menyerupai Ka'bah itu dibuat mandiri oleh pemain dalam mode "Creative".

"Tim Fortnite ingin mengklarifikasi sesuatu tentang penodaan tempat ibadah dalam game," tulis Fortnite. "Konten yang dimaksud adalah pulau buatan pemain dalam mode Creative dimana di pulau tersebut kamu tidak bisa menghancurkan Ka'bah."

Tim Fortnite juga menegaskan selalu menjunjung tinggi rasa hormat dan menghargai terhadap semua agama. "Kami bekerja sama dengan pembuat konten dalam game dari para pemain kami untuk memberikan pengalaman bermain yang aman bagi semua pemain kami," imbuhnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts