ICW Duga PT Harsen Produsen Ivermectin 'Obat COVID-19' Terkait dengan Moeldoko dan PDIP
Instagram/sayouibag
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Peneliti Korupsi Politik ICW, Egi Primayogha, mengungkap dugaan PT Harsen Laboratories yang memproduksi Ivermectin berhubungan dengan KSP Moeldoko sampai politikus PDIP.

WowKeren - Beberapa waktu lalu Indonesia sempat dibuat geger dengan klaim obat cacing Ivermectin mampu menyembuhkan COVID-19. Dan tak lama setelahnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) "menyemprit" PT Harsen Laboratories selaku salah satu produsen Ivermectin dengan merek dagang Ivermax 12.

Kini Indonesia Corruption Watch (ICW) mengungkap sebuah dugaan mengejutkan di balik PT Harsen Laboratories. Peneliti Korupsi Politik ICW, Egi Primayogha, mengungkap dugaan upaya pencarian keuntungan di tengah krisis pandemi COVID-19 lewat relasi politik oleh PT Harsen Laboratories.

"Gambarannya adalah ada sebuah perusahaan mencoba mencari keuntungan dan dia menjalin relasi dengan berbagai pihak," terang Egi dalam sebuah diskusi daring, Kamis (22/7). "Di antaranya adalah politisi dan pejabat publik."

ICW rupanya menelusuri jejaring politik dan bisnis PT Harsen Laboratories lewat berbagai sumber pada Juni-Juli 2021. Dan ada temuan penting terkait relasi politik PT Harsen Laboratories, yakni kaitan perusahaan farmasi tersebut dengan politikus PDI Perjuangan dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Yang pertama adalah lewat peran Wakil Presiden PT Harsen Laboratories, Sofia Koswara. Walau tak tercantum di akta perusahaan, Egi menyebut bahwa Sofia memegang peran penting dalam menjalin relasi dengan berbagai pihak.

Salah satunya adalah dengan Front Line COVID-19 Clinical Care (FLCCC), di mana ia merupakan ketuanya. Salah satu anggota FLCCC adalah Budhi Antariksa, salah seorang tim uji klinis Ivermectin sekaligus dokter kepresidenan.


Sofia juga disebut tercatat sebagai direktur dan pemilik saham PT Noorpay Perkasa. Dan saham terbesar perusahaan itu dimiliki oleh putri Kepala KSP Moeldoko, Joanina Rachman.

"Joanina juga sebagai tenaga khusus atau tenaga ahli di KSP," imbuh Egi. Hal ini sejalan dengan pengakuan Moeldoko soal putrinya yang magang tanpa bayaran apapun di KSP pada Februari 2020 lalu.

Moeldoko juga diduga berhubungan denga Sofia Koswara lewat kerjasama PT Noorpay Perkasa dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang diketuai sang mantan Panglima TNI. Sedangkan secara spesifik ICW menduga PT Harsen Laboratories berhubungan dengan politikus PDIP, Ribka Tjiptaning.

Egi mengaitkannya dengan Riyo Kristian Utomo yang sempat mengaku sebagai Direktur Pemasaran PT Harsen Laboratories. Riyo sempat berbicara di hadapan publik ketika polemik Ivermectin bergulir, hingga PT Harsen Laboratories tiba-tiba mengklaim bahwa pernyataan Riyo bukan resmi dari perseroan.

"Ternyata Riyo adalah anak kandung dari Ribka Tjiptaning, politikus PDIP dan anggota DPR," sambung Egi. PT Harsen Laboratories juga ternyata pernah memberikan memberi sumbangan sembako dan alat kesehatan kepada organisasi sayap PDIP yang diketuai Ribka, Badan Penanggulangan Bencana.

"Tentu ini menimbulkan pertanyaan, bagaimana peran Ribka dalam hal Ivermectin," pungkas Egi. "Dan lebih jauh, apakah ada peran PDIP?"

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts