2 Harimau di Ragunan Terpapar COVID-19, Berikut Pesan Satgas Untuk Pemilik Hewan Peliharaan
Instagram/wikuadisasmito
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Dua ekor harimau Sumatera di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, baru-baru ini dilaporkan terpapar COVID-19. Hal ini lantas menimbulkan kekhawatiran akan penularan COVID-19 dari hewan ke manusia.

WowKeren - Kasus virus corona (COVID-19) tidak hanya ditemukan pada manusia, namun juga pada hewan. Dua ekor harimau Sumatera di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, baru-baru ini bahkan dilaporkan terpapar COVID-19.

Hal ini lantas menimbulkan kekhawatiran akan penularan COVID-19 dari hewan ke manusia. Namun Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menegaskan bahwa belum ada bukti yang menunjukkan hewan dapat menularkan virus corona ke manusia.

"Penting diketahui bahwa sejauh ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa hewan yang terinfeksi COVID-19 dapat menularkan virus ke manusia," jelas Wiku dalam keterangan pada Selasa (3/8).

Oleh sebab itu, Wiku meminta masyarakat yang memiliki hewan peliharaan untuk tidak panik di masa pandemi COVID-19. Ia meminta agar sang pemilik rajin merawat hewan peliharaan tersebut.


"Oleh karena itu masyarakat pemilik hewan peliharaan diimbau untuk tidak panik dan selalu merawat dan memenuhi kesejahteraan hewan pelirahannya," lanjutnya.

Adapun masyarakat yang terpapar COVID-19 diimbau Wiku untuk tidak melakukan kontak dengan hewan. Apabila hewan peliharaan menunjukkan gejala sakit, Wiku berpesan agar mereka segera diperiksakan ke dokter.

"Hindari kontak dengan hewan peliharaannya ketika sedang terinfeksi COVID," papar Wiku. "Kurangi kontak hewan dengan orang yang belum divaksin, serta periksakan hewan peliharaan ke dokter hewan apabila menunjukkan gejala."

Hal senada sebelumnya juga telah disampaikan oleh Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Suzi Marsitawati. Ia menegaskan bahwa dua harimau yang positif COVID-19 di Ragunan tidak menularkan virusnya kepada manusia.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menggelar penelusuran kontak terhadap perawat dan petugas saat dua ekor harimau bernama Hari dan Tino itu sakit. Dan hasilnya, menurut Suzi, tidak ada juga yang terpapar COVID-19.

"Hal ini (dilakukan tracing) mengingat pada saat satwa mulai mengidap gejala, Taman Margasatwa Ragunan dalam kondisi ditutup karena sudah PPKM Darurat," ujar Suzi, Minggu (1/8). "Kami juga sudah melakukan tracing kepada perawat dan petugas saat satwa sakit, tidak ada yang terpapar COVID-19. Sehingga kami masih menelusuri penyebabnya."(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts