Belum Ada Turis Asing Tiba di Hari Pertama Pembukaan Penerbangan Internasional Bali
Nasional
Efek Corona untuk Pariwisata

Pemerintah Indonesia mengizinkan turis asing dari 19 negara untuk masuk ke Bali mulai hari ini. Namun Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV Putu Eka Cahyadi, mengaku belum mendapat jadwal penerbangan yang mengangkut turis asing perdana ke Bali.

WowKeren - Penerbangan internasional di Bandara I Ngurah Rai Bali kembali dibuka mulai Kamis (14/10) hari ini. Meski demikian, Dinas Pariwisata Bali mengungkapkan bahwa hingga Rabu (13/10), belum ada informasi terkait rencana turis asing masuk ke Pulau Dewata pada hari Kamis ini.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada hari, masih belum terlihat adanya turis asing yang tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Penerbangan internasional dari 19 negara yang diizinkan masuk Bali juga belum ada yang mendarat di Bandara I Ngurah Rai pada hari ini.

Menurut Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV Putu Eka Cahyadi, pihaknya belum mendapat jadwal penerbangan yang mengangkut turis asing perdana ke Bali. Namun Eka berharap bisa segera menerima permohonan penerbangan internasional dari pihak maskapai.

"Belum ada terinfo hal tersebut, semoga segera ada," tutur Eka dilansir Kumparan.


Sebelumnya, Kepala Dinpar Bali, I Putu Astawa, mengaku belum mendapat informasi tentang rencana kedatangan turis asing ke Bali hingga akhir Oktober 2021. "Sampai hari ini belum ada info kedatangan pesawat dari luar negeri maupun wisman (wisatawan mancanegara) yang akan ke Bali besok Kamis (14/10)," kata Astawa di Denpasar pada Rabu kemarin, dilansir Antara.

Menurut Astawa, hal ini bisa disebabkan oleh para calon turis asing yang masih membutuhkan waktu untuk mempersiapkan perjalanan ke Bali. "Mereka (turis asing) tentu butuh waktu untuk mengurus visa maupun penerbangannya," paparnya.

Meski belum memperoleh informasi kedatangan turis asing, Astawa tetap optimis pembukaan penerbangan internasional ini dapat mendongkrak kunjungan ke Bali jika bisa disosialisasikan dengan baik. Meski demikian, Astawa mengakui pembukaan pintu kedatangan turis asing ke Bali butuh kehati-hatian ekstra untuk mencegah munculnya klaster penularan COVID-19 baru. Menurutnya, kebijakan-kebijakan terkait program ini masih sangat dinamis.

"Contohnya soal lama karantina itu. Apakah nanti akan berubah? Kami belum mengetahui juga," pungkas Astawa.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts