Harga kebutuhan masyarakat di Indonesia belakangan ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Adapun kenaikan harga tersebut mulai dari BBM hingga Elpiji.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Kamis, 07 April 2022 - 14:48 WIB
WowKeren - Seperti yang diketahui, per 1 April 2022 lalu, PT Pertamina (Persero) telah resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax menjadri Rp12.500 per liter dari semula Rp 9 ribu per liter. Kini, muncul isu kenaikan harga juga akan dialami oleh Pertalite dan gas elpiji 3 kg.
Bahkan dua menteri koordinator yakni Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marives) Luhut Binsar Pandjaitan mengisyaratkan bahwa harga Pertalite akan naik. Airlangga menuturkan bahwa kenaikan harga Pertalite dan Elpiji saat ini masih dalam kajian.
Akan tetapi, Airlangg belum bisa memastikan kapan pastinya harga BBM yang memiliki RON 90 itu akan naik. "Nanti sesudah dikaji, akan kami umumkan," ujar Airlangga dalam keterangannya, dilihat pada Kamis (7/4).
Sebelumnya, Luhut juga telah memberikan sinyal akan ada lagi kenaikan harga Pertalite dan Elpiji 3 kg di tahun 2022 ini. "Over all, yang akan terjadi itu Pertamax. Pertalite, Premium belum, gas yang 3 kg itu (ada kenaikan) bertahap," ungkap Luhut dalam keterangannya, dilihat Kamis (7/4).
"Jadi 1 April 2022, nanti Juli, nanti September itu bertahap (naiknya) dilakukan oleh pemerintah," imbuhnya. Sebelumnya, saat disinggung mengenai kenaikan harga Pertalite, Luhut juga tidak menepisnya.
Namun yang sudah dipastikan akan naik adalah harga Elpiji 3 kg. Luhut menuturkan sejak tahun 2007 silam, harga Elpiji 3 kg tidak pernah ada perubahan, maka dari itu pemerintah memutuskan akan menaikkannya namun tetap subsidi. "Iya semuanya akan naik, enggak ada yang enggak akan naik," jelasnya.
"Jadi bertahap kita lakukan, ada yang disubsidi yang tadi untuk rakyat kecil, tapi seperti gas 3 kg ini dari 2007 enggak pernah naik, kan enggak fair juga," beber Luhut.
(wk/tiar)