Heboh Video Soal Seruan Perang Usai Mas Bechi Dijemput Paksa, Pengurus Ponpes Beri Klarifikasi
Nasional

Satu hari setelah upaya penjemputan paksa anak kiai di Jombang yang terlibat kasus pencabulan anak, tersebar sebuah video yang berisi seruan perang. Atas hal ini, pihak pengurus Ponpes pun memberikan klarifikasi.

WowKeren - Anak kiai KH Muhammad Mukhtar Mukhti yang menjadi kasus pencabulan terhadap anak yakni Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi (42) saat ini telah ditahan oleh polisi. Sebelumnya, pihak kepolisian pun melakukan penjemputan paksa di pondok pesantren (Ponpes) Shiddiqiyyah, Desa Losari, Ploso, Jombang, Jawa Timur.

Satu hari setelah upaya penjemputan paksa Mas Bechi oleh polisi berlangsung, tersebar sebuah video yang menunjukkan orasi pengurus Organisasi Shiddiqiyyah (Orshid) mengajak ratusan jemaah untuk berperang membela tarekat Shiddiqiyyah. Hal ini lantas memicu perhatian publik.

Kini, Ketua Umum Orshid Joko Herwanto pun memberikan klarifikasi atas video seruan perang tersebut. Joko mengatakan bahwa orator dalam video tersebut merupakan salah satu pengurus Orshid yang bernama Edi Setiawan.

Joko pun memaparkan bahwa video seruan perang itu dibuat di halaman kediaman Musryid Tarekat Shiddiqiyyah KH Muhammad Muchtar Mu'thi pada Jumat (8/7) sore. Menurutnya, pada saat itu, pengurus Orshid tengah menyambut kedatangan dari 318 orang yang dipulangkan dari Polres Jombang, di mana terdiri dari 75 santri dan 243 jemaah Shiddiqiyyah.


Sebagaimana diketahui, saat polisi melakukan upaya penjemputan paksa, aparat sempat mengamankan ratusan massa lantaran diduga memicu kerusuhan. "Benar, dan kepentingannya adalah menyemangati 300-an santri yang baru dipulangkan dari Polres, bukan untuk provokasi," ujar Joko kepada detikJatim, Minggu (10/7).

Sementara itu, Edi selaku orator tampak mengenakan kemeja hitam dan kopiah hitam tengah berorasi dalam video berdurasi 2 menit dan 5 detik. Ia pun tampak tengah berorasi di depan massa yang diduga merupakan jemaah Shiddiqiyyah dengan menyebutkan situasi yang dialami mereka layaknya perang Badar.

Tidak hanya itu, Edi juga menyebut bahwa apa yang dialami oleh para jemaah dianggap sebagai pengorbanan demi kejayaan Shiddiqiyyah dan Indonesia Raya. Kemudian, ia mempertanyakan apabila Shiddiqiyyah memanggil, apakah para jemaah bersedia datang. Pertanyaan ini pun disebut mendapat jawaban dengan kesiapan dari jemaah.

"Sebagaimana perang Badar, setiap tetes keringat teman-teman semua yang ada di sini, setiap kesakitan pukulan dan tendangan yang telah Anda terima, setiap darah yang menetes dari luka tubuh kita, itu semua demi kejayaan Shiddiqiyyah, demi kejayaan Indonesia Raya," ungkap Edi.

Setelah video orasinya menyebar luas, Edi membenarkan bahwa orator dalam video itu adalah dirinya. Ia pun menyebut pada saat itu ratusan jemaah dan santri kembali dari Polres dalam kondisi kehilangan semangat, lunglai, dan menangis haru. Maka dari itu, ia pun memberikan semangat kepada mereka.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait