Polisi Segera Periksa Orator yang Serukan Perang Bela Shiddiqiyyah Pasca Penjemputan Paksa MSAT
Nasional

Orator yang serukan ajakan perang bela Shiddiqiyah pasca penjemputan paksa MSAT bakal segera diperiksa. Pores Jombang sudah layangkan surat pemanggilan.

WowKeren - Kasus pelecehan seksual yang dilakukan anak kiai Jombang, Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Bechi tampaknya mulai menemui titik terang. Apalagi setelah MSAT akhirnya menyerahkan diri usai drama penjemputan paksa di Pondok Pesantren Shiddiqiyyah, Jombang yang berlangsung belasan jam.

Seperti diketahui, penjemputan paksa MSAT juga diwarnai aksi massa simpatisan tersangka yang berusaha menghalani aparat. Hal itu pun berbuntut penangkapan ratusan massa simpatisan MSAT. Tak hanya itu, pasca penyerahan diri MSAT, beredar pula video seruan perang untuk bela Shiddiqiyyah.

Merespons aksi tersebut, Polres Jombang telah mengirimkan surat panggilan untuk oknum simpatisan MSAT yang menyerukan pernyataan perang dalam video yang beredar. Oknum berinisial E itu diduga menyerukan perang membela Ponpes Shiddiqiyyah di hadapan ratusan massa. E pun dijadwalkan melakukan pemeriksaan pada Rabu (13/7) atau Kamis (14/7).

"Dia berinisial E. Kami sudah melayangkan surat panggilan kepada yang bersangkutan guna pemeriksaan. Yang bersangkutan kami periksa hari Rabu atau Kamis. Surat panggilan sudah kita layangkan," ungkap Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha, Selasa (12/7), melansir CNNIndonesia.com.


Sebelumnya diketahui beredar video viral orasi mengajak ratusan jemaah untuk berperang membela tarekat Shiddiqiyyah, sehari pasca penjemputan paksa MSAT di ponpes. Terlihat pula seorang orator berdiri di hadapan ratusan massa mengajak mereka untuk perang membela Ponpes Shiddiqiyyah, Jombang.

"Setiap tetes keringat teman-teman semua, setiap kesakitan pukulan dan tendangan yang sudah anda terima, darah yang keluar dari luka tubuh kita itu semua demi kejayaan Shiddiqiyyah dan Indonesia Raya. Dan jika Shiddiqiyyah memanggil kita lagi, siap kita untuk berperang!" bunyi orasi tersebut.

Belakangan terungkap bahwa orator dalam video tersebut merupakan salah satu pengurus Orshid yang bernama Edi Setiawan. Hal itu diungkap oleh Ketua Umum Orshid (Organisasi Shiddiqiyyah), Joko Herwanto.

Joko turut mengungkap bahwa video seruan perang itu terjadi di halaman kediaman Musryid Tarekat Shiddiqiyyah KH Muhammad Muchtar Mu'thi pada Jumat (8/7) sore. Saat itu, pengurus Orshid tengah menyambut kedatangan dari 318 orang yang dipulangkan dari Polres Jombang, di mana terdiri dari 75 santri dan 243 jemaah Shiddiqiyyah.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait