Pihak Kemenkeu Sakit Hati Disebut Sebagai 'Pencetak Utang' Oleh Prabowo Subianto
Instagram/smindrawati/prabowo
Nasional

Pihak Kemenkeu menilai bahwa siapapun tak sepantasnya menghina atau mengolok-olok institusi negara, apalagi seorang calon presiden.

WowKeren - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto memang tak henti-hentinya melayangkan kritik kepada pemerintah. Belum lama ini ia kembali mengkritik utang Indonesia yang dinilainya menumpuk.

Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan pidato di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah. Dalam pidatonya itu, ia menyebut bahwa menteri keuangan tak ubahnya menteri pencetak utang.


"Kalau menurut saya, jangan disebut lagi lah ada Menteri Keuangan," kata Prabowo di Jakarta Timur, Sabtu (26/1). "Mungkin menteri pencetak utang."

Ia kemudian menyoroti utang Indonesia yang tak kunjung habis. Ia mengkritik keras pemerintah yang disebutnya bangga berutang. "Utang menumpuk terus, bangga berutang, yang suruh bayar orang lain," lanjut Prabowo.

Untuk itu, Prabowo mengatakan akan mengumpulkan para putra-putri bangsa yang terbaik dan cerdas. Ia tak akan memandang suku, etnis, atau latar belakang apa pun sehingga semuanya memiliki kesempatan yang sama.

"Saya sampaikan bahwa kita akan kumpulkan putra dan putri terbaik bangsa Indonesia, the best and the brightest sons and daughters of Republic Indonesia," tegas Prabowo. "Kita akan kumpulkan yang terbaik dari semua kelompok etnis, dari semua suku, semua agama, dari semua latar belakang."

Tak hanya cerdas, kandidat yang dipilih sebagai menteri juga harus memiliki hati yang bersih. Untuk itu, Prabowo akan mengikat calon menteri tersebut dengan perjanjian untuk tidak melakukan korupsi.

"Nanti akan buat perjanjian, saya panggil satu-satu," lanjut Prabowo. "Siap untuk bekerja untuk bangsa, siap bersih, siap tidak korupsi, siap tidak berikan proyek ke keluarga, menantu, cucu, atau tetanggamu."

Meski demikian, pernyataan Prabowo yang menyebut Menteri Keuangan sebagai menteri pencetak utang ternyata menuai protes dari pihak Kemenkeu sendiri. Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Nufransa Wira Sakti mengatakan bahwa pernyataan Prabowo sangatlah menyinggung.

"Apa yang disampaikan oleh Calon Presiden Prabowo sangat mencederai perasaan kami yang bekerja di Kementerian Keuangan," kata Nufransa lewat unggahan di akun Facebook miliknya pada Minggu (27/1).

Menurut Nufransa, siapapun tak seharusnya mengolok-olok institusi negara yang dilindungi Undang-Undang, termasuk Kemenkeu. Ia menyesalkan bahwa pernyataan seperti itu tak sepatutnya datang dari calon presiden.

"Siapapun tidak sepantasnya melakukan penghinaan atau mengolok-olok nama sebuah institusi negara yang dilindungi oleh Undang-Undang," lanjut Nufransa. "Apalagi seorang Calon Presiden."

You can share this post!

Related Posts
Loading...