Prabowo Tanggapi Tudingan yang Sebut Dirinya Radikal: Terserah!
Nasional

Prabowo tak ambil pusing menyikapi berbagai tudingan negatif yang ditujukan kepadanya.

WowKeren - Tudingan negatif rawan menerpa masing-masing calon presiden di masa-masa kampanye seperti sekarang ini. Capres 02 Prabowo Subianto pun tak luput dari tudingan semacam itu.

Saat menghadiri acara deklarasi dukungan Aliansi Pengusaha Nasional di Djakarta Theater Ballroom, Prabowo menyinggung sejumlah tudingan yang kerap ditujukan kepadanya. Selain dituding sebagai bagian dari kelompok radikal, ia juga pernah disebut-sebut tidak bisa menjadi imam shalat.


"Ada yang menuduh kami ini Islam radikal, jadi bingung," kata Prabowo di Jakarta Pusat, Kamis (21/3). "Satu hari saya dibilang Islam radikal, besoknya tidak bisa jadi imam shalat."

Tak cukup sampai disitu, ia pun juga pernah dituding sebagai zionis. Meski demikian, Prabowo tak ingin ambil pusing dengan tudingan-tudingan semacam itu.

"Lusanya saya zionis. Habis itu saya Kristen karena ibu saya Kristen," lanjut Prabowo. "Ya, terserahlah."

Prabowo membantah tudingan yang menyebutkan bahwa dirinya adalah bagian dari kelompok radikal. Ia menegaskan baik dirinya maupun Sandiaga Uno sama sekali bukan termasuk orang ekstremis. "Saya dan Pak Sandiaga tidak ada ekstrem-ekstreman, tidak ada radikal-radikalan. NKRI adalah final," ujarnya.

Menurutnya, NKRI adalah harga mati. Ia berharap agar Indonesia bisa terus hidup dan bangkit menyongsong masa depan yang lebih baik. "NKRI 17 Agustus harga mati. Tapi jangan harga mati terus, juga harga hidup. Kita harus hidup," tegas Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan bahwa dirinya telah mendapat kehormatan untuk mencalonkan diri sebagai Capres. ia menyebut bahwa alasan yang mendorongnya untuk maju adalah keprihatinannya terhadap masalah bangsa, khususnya masalah ekonomi.

"Saya waktu itu memutuskan maju juga sebagai kelanjutan dari keprihatinannya kita bersama yang kita rasakan bersama," jelas Prabowo. "Terutama ekonomi kita seolah bergerak ke arah yang tidak jelas."

Sebelumnya, kubu Prabowo disebut-sebut "menaungi" kelompok radikal. Pernyataan itu dikemukakan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj. Akibat pernyataannya itu, Said dilaporkan ke polisi atas dugaan menebar ujaran kebencian.

You can share this post!

Related Posts
Loading...