Menko Luhut Soal RI Belajar Teknologi ke Tiongkok: Asal Kita Tak Dijajah ya Biarin Saja
Instagram/kemenkomaritim
Nasional

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, mengaku telah mengirimkan 20 orang perwakilan untuk mempelajari metodologi teknologi yang ada di Tiongkok dan belum ada di Indonesia.

WowKeren - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, mengakui bahwa Tiongkok kini menjadi salah satu negara paling maju di bidang teknologi. Indonesia lantas banyak mengadaptasi teknologi yang dibawa dari Tiongkok.

Luhut pun mengaku bahwa Kemenko Maritim telah mengirimkan 20 orang perwakilan untuk mempelajari metodologi teknologi yang ada di Tiongkok dan belum ada di Indonesia. Hal ini disampaikannya dalam pidato di acara ndonesianisme Summit 2019 di JCC Senayan, Jakarta, pada Selasa (13/8).


"Kita lihat memang China sangat maju," tutur Luhut. "Ada 20 anak-anak muda kita belajar metodologi ke China untuk pelajari yang kita belum punya."

Menurut Luhut, belajar tidak bisa dibatasi ke negara mana pun, termasuk Tiongkok. Luhut juga meminta agar masyarakat tak berpikiran sempit terkait segala sesuatu yang berhubungan dengan Tiongkok.

"Sepanjang mereka (Tiongkok) tidak menjajah kita, biarin saja. Ilmu itu ke mana saja kita cari. Jadi kita jangan juga sempit berpikir bahwa ini China," tegas Luhut. "Ya kalau kita bodoh ya kita ditipu oleh dia. Tapi kalau tahu apa yang boleh dan tidak dilakukan, ya tidaklah. Amerika pun sama."

Perkembangan teknologi di Tiongkok berhasil membuat Luhut kagum. Hal itu dirasakan langsung oleh Luhut kala mengunjungi kawasan industri di Tiongkok beberapa waktu lalu. Segala sesuatu di kawasan industri tersebut dilakukan dengan efisien dan melalui automasi.

"Kami ke China, 9 industri kami kunjungi. Hampir nggak lihat manusia. Semua robotik, otomatis. Dan semua punya research center. Mereka sangat disiplin, fokus dan sangat cepat. Ini yang akan kita tantang," jelas Luhut. "Kalau kita masih asyik berkelahi, tidak melihat suatu loncatan teknologi tadi, kita tidak bisa bersosialisasi dan menyerap itu, kita akan ketinggalan."

Sementara itu, Kemenko Maritim sendiri memperkirakan bahwa sejumlah pabrik asal Tiongkok akan memindahkan operasinya ke Indonesia pada semester I 2020. Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Maritim, Ridwan Djamaluddin, mengatakan bahwa beberapa industri yang tertarik untuk merelokasi pabriknya ke Indonesia tersebut bergerak di sektor otomotif dan petrokimia.

You can share this post!

Related Posts
Loading...