Sederhana dan Mudah Dilakukan, 8 Permainan Tradisional Ini Sangat Baik Untuk Tumbuh Kembang Anak
SerbaSerbi

Di tengah kemajuan zaman, tak ada salahnya untuk mengenalkan anak pada permainan tradisional yang memiliki beragam manfaat, mulai dari meningkatkan kecerdasan intelektual dan emosi hingga melatih ketahanan fisik mereka. Contohnya seperti berikut ini.

WowKeren - Usia anak-anak merupakan masa di mana si kecil sedang senang-senangnya bermain, terlebih ketika mereka menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah karena Pandemi Corona. Sayangnya, saat ini mayoritas anak Indonesia lebih memilih bermain video game atau gadget sebagai permainan favorit. Tidak salah memang, namun kebiasaan ini bisa sangat membahayakan jika mereka sudah kecanduan gadget.

Jika anak sudah kecanduan gadget, mereka bisa menunjukkan beberapa perilaku buruk yang sulit untuk diatasi. Seperti anak akan lebih mudah marah, melawan, menangis, menunda-nunda pekerjaan, jam tidur dan waktu makan terganggu, asyik dengan dunia virutalnya sendiri dan enggan bersosialisasi.


Anda pasti tak ingin hal ini sampai terjadi pada buah hati Anda kan? Oleh sebab itu, penting bagi orangtua untuk memberikan permainan yang edukatif dan baik untuk tumbuh kembang anak- anak. Salah satunya adalah berbagai macam permainan tradisional yang pernah Anda mainkan di masa lalu.

Meski sudah mulai dilupakan, beberapa permainan tradisional yang sederhana memiliki banyak sekali manfaat untuk mengasah kecerdasan hingga kemampuan bersosialisasi anak. Penasaran apa saja contonhnya? Simak informasi lengkapnya berikut ini.

(wk/eval)

1. Congklak


Congklak

Congklak atau yang biasa disebut dengan istilah dakon merupakan salah satu permainan tradisional yang mampu mengasah kecerdasan otak kiri. Hal ini dikarenakan congklak menuntut anak untuk memikirkan strategi yang harus ia lakukan agar bisa memenangkan pertandingan.

Permainan ini sendiri hanya bisa dimainkan oleh dua orang saja. Pada papan congklak terdapat 16 lubang yang harus diisi dengan 98 biji. Kedua pemain harus menentukan siapa yang mulai mengisi lubang terlebih dahulu dengan suit.

Sebagai permulaan, isi masing-masing lubang dengan tujuh biji saja. Salah satu pemain akan memulai pertandingan dengan mengambil tujuh biji dari salah satu lubang miliknya untuk dibagikan pada lubang yang lain secara berurutan. Lakukan hal ini secara terus menerus sampai bijinya habis.

Setelah pemain pertama selesai, pemain berikutnya harus memainkan gilirannya. Permainan ini bisa dianggap selesai jika sudah tidak ada lagi biji di lubang-lubang kecil. Dan pemenangnya ditentukan dari perbandingan jumlah biji yang ada di lubang besar. Jika anak mengalami kekalahan dalam permainan ini, ajarkan dia untuk bersikap sportif dan menghargai pemenang.

2. Gobak Sodor


Gobak Sodor

Permainan tradisional berikutnya yang sebaiknya Anda kenalkan pada si kecil adalah gobak sodor. Permainan seru yang juga dikenal dengan galasin ini membutuhkan dua kelompok, di mana masing-masing kelompok beranggotakan tiga sampai lima anak. Dua kelompok tersebut akan menjadi penjaga dan penyerang.

Sebelum memulai permainan, terlebih dahulu gambar garis berbentuk segiempat sebanyak enam bagian, dengan susunan lebar dua kotak dan panjang tiga kotak. Beri tugas kelompok penjaga untuk menjaga garis agar tidak sampai dilewati kelompok penyerang.

Di sisi lain, minta kelompok penyerang untuk melewati garis menuju ke baris kotak akhir dan kembali ke kotak depan tanpa tersentuh penjaga. Jika seluruh anggota kelompok berhasil melewati garis dan kembali ke kotak depan, kelompok tersebutlah yang memenangkan pertandingan. Dari permainan ini, anak-anak akan belajar bekerjasama serta melatih kecepatannya dalam berlari.

3. Engklek


Engklek

Engklek merupakan salah satu permainan tradisional yang cukup legendaris dan masih sering dimainkan oleh anak-anak masa kini. Sebelum memulai permainan, kita harus membuat polanya di tanah terlebih dahulu. Pertama, buat pola tiga kotak berdiri, lalu dua kotak menyamping, di atasnya gambar lagi satu kotak, dilanjutkan dengan dua kotak menyamping dan terakhir buat gambar setengah lingkaran di puncaknya.

Untuk memulai permainan, seseorang harus melempar batu pada kotak dan berusaha mengambilnya dengan melompat dan menjaga keseimbangan menggunakan satu kaki. Namun perlu diingat bahwa anak yang mendapat giliran tidak boleh menginjakkan kakinya di dalam kotak berisi batu dan dilarang mengenai garis.

Permainan ini akan melatih kekuatan dan kelincahan fisik serta meningkatkan kecerdasan kinestik anak saat mereka melompat menggunakan satu kaki. Selain itu, permainan ini juga dapat meningkatkan kemampuan sosialisasi anak dan mengajarkan pada mereka untuk tidak bermain curang saat kaki menyentuh garis.

4. Cublak Cublak Suweng


Cublak Cublak Suweng

Bagi Anda yang dibesarkan di tanah Jawa mungkin sudah tidak asing dengan permainan tradisional satu ini. Cublak Cublak Suweng adalah jenis permainan yang dapat melatih si kecil untuk mencocokkan ritme lagu dengan cara menggerakan tangan, melatih motorik halus, belajar mengikuti peraturan yang ada, kerjasama, menyimpan rahasia dan berusaha berpikir agar bisa menebak dengan benar. Karena itulah tak ada salahnya untuk mengenalkan si kecil pada permainan satu ini.

Sebelum memulai permainan, imbau anak-anak untuk menentukan siapa yang akan jadi Pak Empo dengan melakukan hompimpah. Setelah pemeran Pak Empo sudah diputuskan, dia harus berbaring di tengah sambil dikelilingi oleh anak-anak yang lain. Mereka yang duduk melingkar harus memegang sebuah biji atau kerikil yang akan dipindahkan dari satu tangan ke tangan lainnya sambil menyanyikan lagu Cublak Cublak Suweng.

Liriknya berbunyi seperti ini, "Cublak cublak suweng, suwenge ting gelenter, mambu ketundung gudel. Pak empo lirak-lirik, sapa mau sing delekke. Sir sir pong dele gosong, sir sir pong dele gosong". Ketika sampai di lirik "sapa mau sing delekke", serahkan satu biji atau kerikil pada salah satu anak untuk disembunyikan. Setelah lagu berakhir, Pak Empo harus bangun dan menebak siapa yang memegang biji atau kerikil tersebut.

5. Lompat Tali


Lompat Tali

Lompat tali merupakan salah satu permainan tradisional yang mendatangkan beragam manfaat. Mulai dari melatih kelincahan fisik si kecil, melatih kesabaran anak saat menunggu gilirannya hingga melatih konsentrasi mereka saat sedang bermain. Karena itulah sebaiknya kenalkan anak Anda pada permainan sederhana satu ini saat mereka sedang menghabiskan waktu senggang.

Untuk memulai permainan, terlebih dahulu siapkan tali karet yang disambung satu persatu sampai menjadi panjang. Setelah itu minta dua orang untuk memegang ujung tali karet dan satu orang melompatinya.

Permainan ini dibagi menjadi beberapa bagian, yang diawali dengan ketinggian cukup rendah setara dengan mata kaki hingga setinggi kepala. Di bagian lebih lanjut, anak harus melompati tali yang sedang diputar. Selama bermain mereka harus bisa menghindari tali karet jika tak ingin kalah.

6. Petak Umpet


Petak Umpet

Meski tampak cukup sederhana, petak umpet merupakan jenis permainan yang dapat meningkatkan kecerdasan intelektual dan emosi serta melatih kemampuan bersosialisasi anak. Selain itu, permainan ini juga dapat meningkatkan keuletan anak dalam mencari, sehingga ia bisa tumbuh menjadi pribadi yang pantang menyerah.

Untuk melakukan permainan ini, usahakan anak yang bermain berjumlah tiga orang atau lebih. Salah satu dari mereka harus berjaga dan berhitung selagi yang lainnya bersembunyi. Setelah hitungan berakhir, anak yang bertugas sebagai penjaga harus menemukan teman-temannya yang bersembunyi.

Jika si penjaga lengah, pemain lain harus berlari ke tempat penjaga dan meneriakkan inglo. Sedangkan mereka yang tertangkap basah si penjaga, harus bergiliran untuk berjaga. Namun jika si penjaga tak dapat menangkap satupun, dia harus kembali berjaga dan bermain sampai menang.

7. Ular Naga Panjang


Ular Naga Panjang

Permainan tradisional berikutnya yang sebaiknya Anda kenalkan pada si kecil adalah ular naga panjang. Permainan ini dapat mendidik anak-anak untuk bersikap bijak dalam membuat sebuah pilihan.

Permainan ini sendiri dapat dimainkan tanpa alat bantu apapun oleh tujuh orang pemain atau lebih. Cara bermainnya sangat mudah, pertama-tama tentukan dua orang yang akan menjadi penjaga. Sisanya harus berjalan melewati penjaga dengan cara berbaris dan meletakkan tangan di pundak temannya.

Saat permainan, anak-anak harus menyanyikan lagu ular naga, dan ketika lagu berakhir, akan ada satu anak yang terperangkap di antara penjaga. Anak yang terperangkap tersebut harus memilih untuk berpihak pada salah satu penjaga lalu berdiri di belakangnya. Lakukan cara ini sampai anak ular naga habis.

8. Bentengan


Bentengan

Permainan tradisional terakhir yang WowKeren rekomendasikan untuk anak-anak Anda adah bentengan. Bentengan dimainkan secara beregu, di mana setiap tim harus menjaga benteng yang dimiliki. Benteng tersebut bisa berupa sebuah tiang atau pohon besar.

Permainan ini sendiri memiliki beberapa manfaat yang menakjubkan. Pertama untuk mengasah kecerdasan sosial anak, karena mereka harus bekerjasama dengan temannya untuk mengalahkan lawan. Kedua, permainan ini dapat membuat anak lebih aktif bersosialisasi sehingga mereka mampu menjalin hubungan baik dengan teman-temannya.

Demikian delapan rekomendasi permainan tradisional yang sederhana namun memiliki banyak keuntungan untuk tumbuh kembang anak. Simak juga artikel ini untuk mengetahui berbagai kegiatan seru yang bisa dilakukan bersama si kecil selama mereka libur di tengah Pandemi Corona. Selain itu, kalian juga bisa menyimak artikel ini untuk mengetahui berbagai aplikasi parenting yang dapat digunakan untuk mengawasi tumbuh kembang buah hati.

You can share this post!

Related Posts