Anies Baswedan Klaim Pasar Jakarta Sudah Lebih Aman Dari Penularan Corona
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Satgas Penanganan COVID-19 menyebutkan 11.766 pedagang yang tersebar di sejumlah pasar di Jakarta telah menjalani tes swab selama periode 8 Juni hingga 28 Juli 2020 dan ditemukan 555 kasus positif COVID-19.

WowKeren - Kawasan pasar di DKI Jakarta sempat menjadi sorotan karena menjadi pusat penularan virus corona (COVID-19). Namun Gubernur DKI Anies Baswedan menyatakan bahwa penularan di area pasar kini sudah lebih aman dari sebelumnya.

"Di pasar misalnya beberapa minggu lalu sempat menjadi pusat atau klaster," terang Anies dalam usai salat Idul Adha di depan Masjid Balai Kota Jakarta pada Jumat (31/7). "Tetapi sesudah kita kemudian melakukan testing masif lalu mendisiplinkan protokol kesehatan, maka sekarang tempat itu menjadi relatif lebih aman."


Menurut Anies, DKI kini mampu melakukan hampir 9.800 tes corona setiap harinya. Setelah pasien positif COVID-19 ditemukan, maka mereka akan diminta untuk segera melakukan isolasi diri.

"Ini yang akan kita lakukan terus," ungkap mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) tersebut. "Dan kita berharap ke depan makin hari, makin cepat kita mengendalikan penularannya."

Sementara itu, pemeriksaan massal di pasar-pasar Ibu Kota akan terus dilakukan demi mengendalikan penularan COVID-19. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menyebutkan 11.766 pedagang yang tersebar di sejumlah pasar di Jakarta telah menjalani tes swab selama periode 8 Juni hingga 28 Juli 2020 dan menemukan 555 kasus positif COVID-19.

"DKI Jakarta sangat aktif melakukan skrining pasar," ujar Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19, Dewi Nur Aisyah, pada Rabu (29/7) lalu. "Sudah 173 pasar yang diperiksa, dan 11.766 orang diambil swab-nya dan ditemukan 555 orang yang positif COVID-19 di 107 pasar."

Berdasarkan data tersebut, Satgas Penanganan COVID-19 pun mendapatkan angka positivity rate klaster pasar mencapai 4,71 persen. Adapun rinciannya adalah dari 34 pasar di Jakarta Pusat, 3.295 orang dites swab dan ditemukan 228 kasus positif COVID-19.

Lalu dari 22 pasar di Jakarta Utara, 1.534 orang dites swab dan ditemukan 35 kasus positif COVID-19. Kemudian dari 40 pasar di Jakarta Barat, 2.575 orang dites swab dan ditemukan 96 kasus positif COVID- 19.

Sedangkan dari 38 pasar di Jakarta Selatan, 2.156 orang dites swab dan ditemukan 53 kasus positif COVID-19. "Untuk Jakarta Timur ada 39 pasar, jumlah swab yang diambil 2.718 dan positif 143 orang serta masih menunggu hasil pemeriksaan 127 orang," terang Dewi.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts