Jawaban Harry Styles Saat Dikritik Soal Hobi Pakai Baju Wanita
Getty Images
Selebriti

Penyanyi 26 tahun tersebut memang sudah dikenal suka berbusana eksentrik yang memadukan baju pria dan wanita saat hadir di berbagai acara, bahkan saat melenggang di red carpet.

WowKeren - Harry Styles memang sering dianggap sebagai salah satu selebriti dengan gaya fashion yang unik. Namun, meski mendapatkan label fashionable, tak jarang gaya busana pentolan One Direction ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan publik.

Salah satunya adalah momen saat Harry kerap mengenakan busana wanita dalam penampilannya. Penyanyi 26 tahun tersebut memang sudah dikenal suka berbusana eksentrik yang memadukan baju pria dan wanita saat hadir di berbagai acara. Terkadang ia bergaya parlente, pernah juga menghadirkan nuansa androgini di red carpet.

Pelantun "Watermelon Sugar" tersebut pernah memakai busana balet berwarna pink pada tahun 2019. Ia juga pernah memakai busana transparan warna hitam di acara Met Gala 2019. Yang terbaru, Harry kembali mengenakan busana wanita saat melakukan pemotretan dengan Vogue.

Disinggung soal kebiasaannya tersebut, pelantun "Sign of the Times" tersebut mengatakan bahwa tak seharusnya jenis kelamin menentukan pakaian yang harus dikenakan. "Aku rasa apa yang menarik adalah sekarang kau bisa memakai apa yang kau suka. Itu tidak harus X atau Y. Garis itu menjadi lebih pudar," ujar pelantun "Golden" tersebut.


Musisi asal Inggris itu pun berbicara blak-blakan tentang alasannya suka memakai baju yang umum dipakai wanita. Menurutnya pakaian apapun itu memiliki kekuatan tersendiri yang dapat memancarkan aura positif sang pemakai.

"Pakaian adalah sesuatu yang menyenangkan untuk bereksperimen. Saat kamu tak menghiraukan 'pakaian ini untuk pria atau pakaian ini untuk wanita', kamu seperti menghilangkan batasan dan membuka arena baru untuk bermain," lanjutnya.

Terkait hal tersebut, desainer Marc Jacobs yang juga sering mengenakan busana wanita turut buka suara. Menurutnya tidak masalah jika pria memakai baju wanita begitu pun sebaliknya. Sebab, pakaian tidak mengenal gender.

"Saya pakai koleksi baju wanita prada sejak, tidak tahu, mungkin 20 tahun lalu. Saya juga pakai gaun dari koleksi busana pria Comme des Garcons," tutur desainer asal New York tersebut, sebagaimana dilansir dari Page Six.

Mantan creative director Louis Vuitton itu melanjutkan, "Saya selalu merasa pakaian dan perhiasan itu tidak ada gender. Tapi sudah 'digenderisasi' selama bertahun-tahun oleh banyak orang yang berpikiran beda, kan?"

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts