Geger Mudik Dilarang Pariwisata Dibuka, Sandiaga Uno: Kita Bukan Masalah Tapi Solusi
kemenparekraf.go.id
Nasional
Mudik di Tengah Corona

Menparekraf Sandiaga Uno membantah pemerintah tidak konsisten dengan kebijakan mengendalikan pandemi, karena melarang mudik Lebaran 2021 namun membuka wisata lokal.

WowKeren - Pemerintah dengan tegas melarang masyarakat untuk mudik alias pulang kampung saat Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah bulan Mei mendatang. Seperti disampaikan Presiden Joko Widodo, ada kekhawatiran kasus positif COVID-19 akan kembali melonjak jika mobilitas warga tak dibatasi saat libur panjang seperti Lebaran.

Namun di tengah larangan itu, pemerintah malah mengizinkan tempat-tempat wisata untuk dibuka. Sontak kebijakan ini menuai pro dan kontra, hingga menyebabkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno ikut angkat bicara.

"Pariwisata bukan menjadi masalah. Kita adalah bagian dari solusi," tegas Sandiaga dalam Weekly Press Briefing, Senin (19/4). "Jika patuh terhadap protokol kesehatan, maka kita akan bisa mengendalikan pandemi dan sama-sama bangkit dari pulih."

Karena itulah, ia mendorong masyarakat untuk mematuhi larangan mudik yang diterapkan pemerintah. "Jadi jangan bingung. Mudik tidak diperbolehkan, titik. Tegas kita," ujar Sandiaga.


"Mobilitasnya sudah ada, patuhi arahan pemerintah, berkoordinasi dengan pemerintah setempat," imbuh mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu. "Dengan peniadaan mudik, kita harus antisipasi."

Lalu untuk menghabiskan waktu libur Lebaran, masyarakat pun diimbau untuk mengunjungi wisata lokal yang sudah dipersiapkan dengan protokol kesehatan ketat. "Yang kami lakukan, memastikan wisata lokal siap melakukan protokol kesehatan dan disiplin," beber Sandiaga.

Ia berharap semua sentra wisata lokal dan ekonomi kreatif bisa mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin untuk mematuhi protokol kesehatan. Pihak Kemenparekraf pun terus berkomunikasi dengan kepala daerah terkait untuk implementasi aturan tersebut.

"Kita akan terus komunikasi dan keputusan akhir di tangan pemerintah setempat dan satgas setempat. Jika angka penularan COVID-19 meningkat, maka keputusan menutup destinasi wisata ada di tangan pemerintah," pungkas Sandiaga.

Di sisi lain, pemerintah berkali-kali menegaskan larangan mudik pada Lebaran tahun 2021 ini. Mulai dari Jokowi hingga Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang mengingatkan mudik hanyalah hal sunnah. Sedangkan Kementerian Perhubungan juga menegaskan tidak ada sanksi bagi masyarakat yang nekat mudik di luar tanggal operasional larangan 6-17 Mei 2021.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts