Kylie Jenner menghadapi gugatan dari mantan ART yang menuduh diskriminasi dan lingkungan kerja toksik.
- Rabu, 22 April 2026 - 10:31 WIB
WowKeren - Kylie Jenner kini tengah menghadapi masalah hukum serius setelah mantan asisten rumah tangga (ART) bernama Angelica Vazquez mengajukan gugatan. Dalam gugatan yang dilayangkan pada 17 April 2026, Jenner dan dua perusahaan lain, Tri Star Services serta Maison Family Services, dituduh melakukan pelecehan, diskriminasi, dan pemutusan hubungan kerja secara tidak adil.
Angelica Vazquez, yang bekerja di kediaman Jenner di Hidden Hills, California, sejak September 2024 hingga Agustus 2025, mengungkapkan bahwa ia mengalami perlakuan tidak menyenangkan sejak hari pertama. Dalam dokumen gugatan, ia mengklaim bahwa sering kali diberikan tugas yang paling berat dan tidak diinginkan, serta dikucilkan dari tim dan dipermalukan di depan rekan-rekannya.
Vazquez menegaskan bahwa perlakuan tersebut berkaitan dengan latar belakang ras, asal negara, dan keyakinan agamanya. Ia yang merupakan perempuan asal El Salvador dan beragama Katolik, mengaku sering menerima komentar bernada diskriminatif terkait status imigrasi dan agamanya. Menurutnya, situasi ini menciptakan lingkungan kerja yang tidak sehat dan cenderung abusif.
Dalam gugatan tersebut, meskipun nama Kylie Jenner tercantum sebagai tergugat, ia tidak disebut secara langsung melakukan tindakan tertentu. Hingga saat ini, pihak Jenner belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan yang diajukan tersebut. Vazquez juga menyatakan bahwa laporan yang ia sampaikan kepada atasan tidak ditindaklanjuti, dan keluhannya malah diabaikan serta dijadikan bahan ejekan.
Situasi semakin memburuk pada Maret 2025 ketika seorang supervisor diduga melempar gantungan baju ke arah kakinya saat memarahi dirinya. Akibat dari perlakuan tersebut, Vazquez mengalami tekanan psikologis, termasuk kecemasan dan gejala yang mengarah pada gangguan stres pascatrauma (PTSD). Ia juga mengklaim mengalami kerugian finansial akibat situasi ini.
Setelah mengambil cuti medis pada Juli 2025, Vazquez memutuskan untuk mengundurkan diri sebulan kemudian karena kondisi kerja yang sudah tidak dapat ditoleransi. Dalam gugatan ini, ia menuntut ganti rugi berupa upah yang belum dibayarkan, kompensasi untuk waktu istirahat dan makan, biaya kerja yang tidak diganti, hingga hak cuti sakit, serta beberapa kompensasi lainnya.
(wk/timw)