Angelica Vasquez, mantan asisten Kylie Jenner, menggugat atas perlakuan diskriminatif dan stres berat yang dialaminya.
- Rabu, 22 April 2026 - 15:31 WIB
WowKeren - Artis ternama Kylie Jenner kini menghadapi gugatan hukum dari mantan asisten rumah tangganya, Angelica Vasquez. Dalam dokumen pengadilan yang diperoleh, Vasquez mengklaim bahwa ia mengalami perlakuan diskriminatif selama bekerja di kediaman Jenner yang terletak di Hidden Hills, California, dari September 2024 hingga Agustus 2025.
Selama masa kerjanya, Vasquez, yang berasal dari El Salvador, mengaku sering kali diberi tugas yang paling berat dan tidak diinginkan. Ia juga merasa dikucilkan dari tim kebersihan dan mengalami penghinaan di depan rekan-rekannya yang didasari oleh ras, asal negara, dan agamanya. Gugatan ini mencatat bahwa perlakuan merendahkan dan intimidasi tersebut berlangsung tanpa ada tindakan dari pihak atasan yang menyaksikannya.
Vasquez mengungkapkan bahwa situasi semakin memburuk ketika ia berusaha mengungkapkan keluhannya. Alih-alih mendapatkan perhatian, ia justru menghadapi konsekuensi berupa peningkatan beban kerja, pengurangan jam kerja, serta tuduhan palsu. Selain itu, ia juga menerima peringatan disipliner dan mengalami perlakuan verbal serta fisik yang mengancam.
Puncak dari perlakuan buruk ini terjadi pada Maret 2025, ketika seorang atasan yang tidak disebutkan namanya melemparkan gantungan baju ke arah kakinya saat sedang dimarahi. Akibat dari situasi tersebut, Vasquez mengaku mengalami kecemasan, stres berat, dan gejala yang sejalan dengan gangguan stres pascatrauma yang memaksanya untuk mengambil cuti medis pada Juli 2025.
Setelah kembali bekerja, ia menemukan bahwa situasi yang dialaminya tetap tidak berubah. Hal ini pun membuatnya memutuskan untuk mengundurkan diri pada Agustus 2025. Meski demikian, penting untuk dicatat bahwa gugatan ini tidak secara langsung mengaitkan perlakuan buruk tersebut dengan Kylie Jenner secara pribadi. Kylie Jenner sendiri, yang merupakan pendiri Kylie Cosmetics dan kini berusia 28 tahun, tercatat sebagai salah satu tergugat dalam gugatan ini bersama dua perusahaan berbentuk LLC dan 25 individu lainnya yang identitasnya belum terungkap.
Dalam tuntutannya, Vasquez meminta ganti rugi serta pembayaran upah yang belum dibayarkan, termasuk premi untuk waktu istirahat dan makan, penggantian biaya bisnis, cuti sakit, serta kompensasi lainnya yang dianggap ditahan secara tidak sah. Hingga saat ini, pihak Kylie Jenner belum memberikan tanggapan atas gugatan yang diajukan oleh Vasquez.
(wk/timw)