Teror Bom di Rumah Dua Pimpinan KPK, Begini Instruksi Presiden Joko Widodo untuk Kapolri
Twitter/setkabgoid
Nasional
Teror Bom Palsu KPK

Teror bom yang terjadi di rumah dua pimpinan KPK berhasil mendapatkan sorotan, termasuk dari Presiden Jokowi.

WowKeren - Sebuah benda yang diduga sebagai bom molotov ditemukan di rumah dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pelemparan benda yang diduga bom tersbeut dilakukan di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo dan wakilnya, Laode M. Syarif, pada Rabu (9/1) kemarin.

Terkait dengan hal ini, Presiden Indonesia, Joko Widodo langsung memberikan instruksi langsung kepada Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian. Jokowi meminta Tito untuk mencari pelaku teror bom yang ditujukan kepada dua pimpinan KPK itu.


Lebih lanjut, Jokowi juga meminta kepolisian agar menindak masalah ini secara tuntas. "Saya kira tidak ada toleransi, kejar dan cari pelakunya. Cari agar semua jadi jelas dan gamblang siapa pelakunya," terang Jokowi di Gudang Bulog kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Kamis (10/1).

Menyebut sebagai penegakan dan perlindungan hukum kepada para penegak hukum di Indonesia, Jokowi juga meminta agar kepolisian memberikan penjagaan kepada kedua pimpinan KPK dan juga penyidik serta anggota yang lain.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga menegaskan bahwa teror bom yang ditujukan kepada dua pimpinan KPK ini tidak akan lantas membuat kinerja mereka kendor. "Tapi saya yakini pemberantas korupsi tidak kendor atas teror-teror seperti ini," tegas Jokowi memberikan keyakinan.

Untuk menangani kasus ini, polisi juga sudah meminta bantuan dari Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri. Pembentukan tim ini bertujuan untuk mengungkap mengenai peristiwa pelemparan benda diduga bom kepada dua pimpian KPK.

Teror tersebut dikatakan berupa bom molotov yang dilemparkan ke rumah dua petinggi KPK. Saksi mata menyatakan bahwa botol tersebut ditemukan oleh sopir Laode sekitar pukul 05.30. Bom tersebut berbentuk botol dengan isi cairan dan memiliki sumbu. Saksi mata juga menyebutkan bahwa pada sumbu botol tersebut terdapat nyala api.


Keterangan yang sama juga disampaikan oleh penjual kue di depan rumah Laode yang bernama Suwarni. Ia menyatakan mendengar suara pecahan barang yang keras di kediaman Laode pada pukul 01.00 WIB dini hari.

You can share this post!

Related Posts
Loading...