Kebut Pemulihan Sektor Pariwisata, Menparekraf Ungkap Bali Tertinggi Vaksinasi COVID-19 Di Indonesia
Unsplash/Mahmud Ahsan
Nasional
Efek Corona untuk Pariwisata

Menparekraf tengah mengebut upaya agar sektor pariwisata bisa bangkit kembali usai melemah akibat pandemi COVID-19. Menparekraf mengungkapkan Bali menempati posisi pertama vaksinasi COVID-19 di Indonesia.

WowKeren - Pemerintah saat ini tengah berupaya untuk memulihkan berbagai sektor yang melemah akibat pandemi COVID-19, termasuk sektor pariwisata. Seperti yang diketahui, pandemi COVID-19 yang menyerang Indonesia membuat sektor-sektor sumber pemasukan negara menjadi lemah.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyampaikan bahwa saat ini tingkat protokol kesehatan berbasis kebersihan, kesehatan, keamanan, dan ramah lingkungan di Bali telah mencapai hampir seratus persen. Kemudian Sandi mengungkapkan vaksinasi COVID-19 di Bali sudah menjadi yang tertinggi di Indonesia. "Artinya Bali sudah semakin patuh pada prokes," tutur Sandi dalam diskusi bersama Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, Selasa (15/6).

Maka dari itu, Sandi akan menyusun laporan dan menggelar rapat koordinasi tingkat menteri. Kemudian hasil dari rapat koordinasi tersebut akan dibahas dalam rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo. "Maka kami juga akan susun laporan secara teknis dan menggelar rapat koordinasi tingkat menteri untuk memperkuat persiapan yang nantinya akan dibawa ke rapat terbatas bersama Presiden," terangnya.


Di sisi lain, Gubernur Bali I Wayan Koster memaparkan bahwa angka COVID-19 di wilayahnya telah mengalami penurunan. Menurutnya, hingga saat ini kasus positif COVID-19 di wilayahnya sudah stabil di bawah 50 kasus.

Kemudian, tingkat kesembuhannya hampir mencapai 96 persen dan jumlah kematian akibat COVID-19 kurang dari 5 orang. Selanjutnya, tingkat vaksinasi di Bali dengan target 3 juta penduduk, saat ini telah mencapai 56,53 persen.

Wayan menyebut bahwa vaksinasi COVID-19 di beberapa wilayah destinasi utama wisata sudah ada yang mencapai 100 persen untuk suntikan dosis pertama dan kedua, termasuk pelaku wisata. Dengan demikian, ia mengatakan bahwa Bali sudah siap untuk kembali membuka pariwisatanya, baik domestik maupun mancanegara.

Sebelumnya, Wayan mencatat ada peningkatan jumlah wisatawan domestik yang mencapai antara 8 ribu hingga 9,5 ribu orang melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai dan 10-11 ribu wisatawan dari jalur darat. "Jadi tidak ada jawaban lain, kami siap membuka pariwisata," tandas Wayan.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts