Ada Omnibus Law Hingga Kepulangan Habib Rizieq, Ini Kejadian Menghebohkan Jelang Akhir Tahun 2020
Getty Images
Nasional
Kaleidoskop 2020

Masyarakat Indonesia dihebohkan dengan beragam kejadian sepanjang tahun. Mulai dari pengesahan UU Cipta Kerja yang kontroversial hingga kepulangan Habib Rizieq, berikut peristiwa heboh di bulan Juli hingga Desember 2020.

WowKeren - Tak terasa, tahun 2020 akan segera berakhir. Berbagai kejadian menghebohkan pun sempat mewarnai Tanah Air sepanjang tahun ini, khususnya adalah pandemi virus corona (COVID-19) yang memang tengah melanda dunia.

Selain masuknya pandemi virus corona, ada pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja Omnibus Law yang kontroversial dan menimbulkan gelombang demonstrasi. Lalu ada juga momen kepulangan mantan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq setelah tiga tahun menetap di Arab Saudi.

Seperti apa momen-momen menghebohkan lain yang terjadi di Indonesia menjelang akhir tahun 2020? Simak peristiwa menarik di Indonesia pada bulan Juli hingga Desember 2020 yang telah dirangkum tim WowKeren berikut ini.

(wk/Bert)

1. Djoko Tjandra Tertangkap Usai Buron Selama 11 Tahun


Djoko Tjandra Tertangkap Usai Buron Selama 11 Tahun

Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra yang merupakan buron kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali akhirnya ditangkap oleh Bareskrim Polri pada 30 Juli 2020 lalu. Penangkapan Djoko di Malaysia dipimpin langsung oleh Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo.

Selain kasus Bank Bali, Djoko juga terjerat kasus surat jalan palsu sepulangnya ke Indonesia. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut hukuman 2 tahun penjara bagi Djoko dalam kasus surat jalan palsu tersebut.

Namun, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjatuhkan vonis yang lebih berat bagi Djoko, yakni 2 tahun dan 6 bulan penjara pada Selasa (22/12) pekan lalu. Mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetyo Utomo juga didakwa telah menerbitkan surat jalan palsu yang membuat Djoko bisa keluar-masuk Indonesia lewat Pontianak kala masih berstatus sebagai buronan.

Bulan Juli juga diwarnai oleh keputusan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk mengusung putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming, di Pilkada Solo 2020. Diketahui, Gibran bersaing dengan Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo untuk mendapatkan rekomendasi PDIP.

2. Kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung RI


Kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung RI

Gedung Utama Kantor Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) dilalap api pada 22 Agustus 2020 malam. Kebakaran hebat tersebut menimbulkan kerugian hingga Rp 1,12 triliun.

Pihak kepolisian telah menetapkan 11 orang tersangka dalam kasus kebakaran gedung Kejagung RI ini, termasuk 5 orang kuli dan seorang mandor. Bareskrim Polri menyatakan tak menemukan unsur kesengajaan di kasus kebakaran ini.

Titik api disebut bermula dari bara api puntung rokok lima orang kuli bangunan yang tengah mengerjakan proyek di gedung tersebut. Padahal banyak benda yang mudah terbakar di lokasi proyek tersebut, salah satunya adalah cairan pembersih lantai merk TOP Cleaner yang tidak memiliki izin edar dan mudah terbakar.

Meski sempat terjadi musibah, bulan Agustus juga diwarnai oleh kabar baik yaitu dimulainya uji klinis fase III vaksin corona buatan Sinovac di Bandung, Jawa Barat. Hasil uji klinis yang dimulai pada 11 Agustus 2020 ini akan digunakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menerbitkan izin penggunaan darurat (EUA) vaksin Sinovac.

3. Anies Baswedan Tarik Rem Darurat dan Terapkan PSBB Total


Anies Baswedan Tarik Rem Darurat dan Terapkan PSBB Total
Getty Images

Situasi pandemi virus corona (COVID-19) membuat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan harus menarik rem darurat dan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Total pada 14 September 2020. Padahal DKI sebelumnya telah menerapkan PSBB Transisi sejak 5 Juni 2020.

PSBB Total ini dilakukan secara menyeluruh dimana tidak ada pelonggaran seperti pada PSBB transisi. Sama seperti ketika awal mula pandemi menyebar pada sekitaran Maret-April lalu. Di masa PSBB Total tersebut, Anies memutuskan untuk meniadakan kegiatan perkantoran di Ibu Kota.

Namun keputusan Anies tersebut menuai pro-kontra, terutama dari kalangan pengusaha yang menyuarakan penolakan. Pemilik grup Djarum sekaligus orang terkaya di Indonesia, Robert Budi Hartono, menolak PSBB Total di Jakarta dan bahkan sempat mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo.

Di bulan September 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga membuka pendaftaran bagi bakal calon kepala daerah yang akan berkompetisi di Pilkada. Gibran juga sempat mencuri perhatian lantaran banyak massa yang turut mengantarnya mendaftarkan ke kantor KPU.

4. DPR Sahkan Omnibus Law UU Cipta Kerja


DPR Sahkan Omnibus Law UU Cipta Kerja
Getty Images

DPR RI resmi mengesahkan RUU Cipta Kerja Omnibus Law yang kontroversial menjadi Undang-Undang pada 5 Oktober 2020. Total ada 7 partai yang memberikan persetujuan atas perubahan dari RUU ke UU tersebut. PKS dan Partai Demokrat sepakat untuk menolak dan bahkan walk out dari sidang paripurna.

Pengesahan ini memicu gelombang penolakan, puncaknya pada 8 Oktober 2020 dimana aksi demo di Ibu Kota berujung rusuh. Sejumlah halte TransJakarta dilaporkan rusak hingga terbakar.

"Di beberapa wilayah masih bisa koordinasi dengan baik pada tanggal 6, misal di Bekasi masih bisa kita koordinasi dengan baik, tanggal 7," ungkap Panglima Kodam Jaya Mayor Jenderal TNI Dudung Abdruchman pada 9 Oktober 2020. "Nah puncaknya itu tanggal 8 Oktober memang puncaknya ya di beberapa wilayah."

Di sisi lain, sosok Terawan Agus Putranto yang kala itu masih menjabat sebagai Menteri Kesehatan juga mendapat sorotan di bulan Oktober 2020. Pasalnya, jurnalis Najwa Shihab menggelar agenda wawancara kursi kosong demi "menyindir" sosok Terawan yang dinilai "menghilang" di tengah pandemi corona.

5. Kepulangan Habib Rizieq Picu Kerumunan


Kepulangan Habib Rizieq Picu Kerumunan
Getty Images

Habib Rizieq akhirnya menginjakkan kaki kembali di Tanah Air pada 10 November 2020 pagi. Kepulangan Habib Rizieq dari Arab Saudi ini disambut antusias oleh para pengikutnya dan membuat akses ke Bandara Soekarno-Hatta sempat lumpuh.

Sekembalinya ke Indonesia, Habib Rizieq langsung memenuhi sejumlah agenda yang berujung pada terbentuknya kerumunan massa. Salah satunya adalah pernikahan putri Habib Rizieq sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar pada 14 November 2020. Hal ini tentu menuai kontroversi lantaran pandemi corona masih belum mereda di Indonesia.

Kekinian, polisi menetapkan Habib Rizieq sebagai tersangka kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat, dan kerumunan di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pentolan FPI tersebut kini tengah menjalani masa tahanan di Rutan Polda Metro Jaya sejak 13 Desember 2020.

Sementara itu, November 2020 juga menjadi saat dimana Indonesia dinyatakan resmi mengalami resesi. Pasalnya, Indonesia telah melaporkan pertumbuhan ekonomi minus selama dua kuartal berturut-turut, yakni minus 5,32 persen di Kuartal II 2020 dan minus 3,49 persen di Kuartal III 2020.

6. Pilkada Serentak 2020


Pilkada Serentak 2020
Getty Images

Pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak digelar secara serentak di 270 daerah pada 9 Desember 2020. Pesta demokrasi ini sempat menimbulkan pro-kontra lantaran digelar di tengah masa pandemi corona.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuat tata cara baru untuk mencoblos di masa pandemi corona. Seluruh petugas KPPS di tempat pemilihan suara (TPS) untuk melakukan rapid test. Selain itu, KPU juga telah meyiapkan bilik khusus di setiap TPS khusus bagi masyarakat yang memiliki suhu di atas 37,3 derajat celcius.

Pilkada 2020 juga menarik lantaran diikuti oleh sejumlah keluarga atau kerabat pejabat. Sebut saja putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming, yang maju di Pilwalkot Solo, hingga putri Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Siti Nur Azizah, yang maju di Pilwalkot Tangerang Selatan.

Di bulan terakhir tahun 2020, Indonesia juga dikejutkan oleh mantan Menteri Sosial Juliari Batubara yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi bansos COVID-19. Kasus Juliari ini terbongkar tak lama setelah mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo diciduk oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

You can share this post!

Related Posts